Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

SERANGAN BALIK UNTUK INDONESIA.FAITHFREEDOM.ORG / serbuiff

Photo AlbumMay 29, '08 4:09 AM
for everyone
MENURUT PENDAPAT SAYA to2i2h INI ADALAH SALAH SATU PENDIRI / BIG BOSS IFF YG SAYA PERKIRAKAN JUGA PUNYA HUBUNGAN KUAT DENGAN ROY SIANIPAR . ORANG INI YANG SANGAT BERBAHAYA INI DAPAT DILIHAT DARI ISI MP NYA DAN SAYA JUGA MENCURIGAI LINK INI ADALAH MILIKNYA LIHAT : http://profiles.friendster.com/ahmedthedead .....

serbuiff said :

EH to2i2h PENGECUT, KENAPE LU MASIH KAGA BERANI JAWAB PERTANYAAN ANE, APA AGAMA LU ? ....DASAAAR PENGECUT......KALAU LU ANGGAP ISLAM AGAMA YANG SALAH DAN AGAMA LU BENAR JAWAB DONG....WAHAI DEWA PENGECUUUUTTTT ....... IH INI ORANG KAGA TAHU MALU YA DIKATAKAN PENGECUT......... GUE PERLU TAHU AGAMA LU, GUE AKAN TUNJUKKAN KE MUKE LU BAHWA AGAMA LU ITU KAGA ADA APA2 NYA OM DIBANDING ISLAM.......DAN INI UDAH KEBUKTI LU KAGA BERANI MENJAWABNYA, ITU MENUNJUKKAN LU TAKUT BOROK AGAMA LU AKAN GUE BONGKAR HABIS2AN..... LU MAU LARI DARI BOROK AGAMA LU, BUKTINYA NYEBUTUIN AGAMALU AJA KAGA BERANI.....AGAMA GUE KAGA ADE BOROKNYE OM.......
..........UDAAAAH KATAKAN AJA ALIAS NGAKU AJA BAHWA LU EMANG TAKUT, PENGECUT ALIAS PENAKUT .....NGAKU AJA JANGAN NGELES KESANA KEMARI,MUTER SANA MUTER KESINI......NGAKU AJA, GITU AJA KOK REPOT KATA GUS DUR......

ingin lebih tahu lebih dalam si dewa pengecut ini lihat di situs setannya : http://to2i2h.multiply.com


INFORMASI TERBARU : to2i2h ternyata beragama kristen lihat pembicaraan dibawah ini dan hubungannya dengan link rasulullahisdead, yg saya yakini adalah miliknya juga karena kesamaan isi dan design mp nya.

phoenixity
phoenixity wrote on Mar 24
rasulullahisdead said
Let's say to Him.. "I want to know You and the power of Your resurrection and the fellowship of sharing, and becoming loke You in Your death" - (Phil.3:10)

Slamat Paskah, dear bros & sis...
GBU
Selamat paskah bro!
rasulullahisdead
rasulullahisdead wrote on Mar 22
Let's say to Him.. "I want to know You and the power of Your resurrection and the fellowship of sharing, and becoming loke You in Your death" - (Phil.3:10)

Slamat Paskah, dear bros & sis...
GBU............ http://phoenixity.multiply.com/?&preview=&item_id=7&page_start=20


http://rasulullahisdead.multiply.com/


TENTANG Shuniya Ruhama Habuballah …ORANG INI DICURIGAI noxiousisback SEBAGAI Sekeon, The Multiply Porn Spammer & Islam Hater


Belajar dari Shuniya May 11, '06 9:45 PM
for everyone

Mungkin ini jurnal yang kurang mutu, tapi setidaknya saya pengen cerita. Beberapa hari yang lalu saya menyaksikan Acara LEPAS MALAM Trans TV, memang saya nggak total menyimaknya, namun yang menarik adalah masalah Waria dimana salah satu bintang tamunya adalah seorang waria (wanita tapi pria) berjilbab (bertudung) warna terang dan sangat anggun, berbeda dengan waria-waria lainnya. Ternyata namanya adalah Shuniya…..Habiballah (nama tengahnya lupa) , dan aktivis hak-hak waria. Dia juga menulis buku yang berjudul (kalau gak salah) –JANGAN LEPAS JILBABKU. Dan yang mengagumkan adalah dia lulusan Sosiatri FISIP UGM Jogjakarta dengan predikat Cum Laude (asalnya angkatan 98).

Sontak saya teringat dengan buku tersebut, yang pernah saya baca-baca di toko buku GRAMEDIA tanpa membayar alias gratis alias cuma-cuma alias cap ratu (ra tuku). Buku itu tidak terlalu besar, namun cukup tebal dengan gambar sampulnya si Shuniya sendiri….kalau nggak ingat dia waria, bisa naksir nih soalnya wajahnya sangat nyaris ‘wanita’. Dibuku tersebut, dia banyak menceritakan suka dukanya selama dia kuliah di UGM. Bagaimana dia menghadapi cacian, cercaan dan makian dari mahasiswa-mahasiswa lainnya.

Bahkan dia pernah mengalami kendala pada saat sholat berjamaah, dimana dia lebih memilih berada di shaf perempuan, karena dia merasa benar-benar wanita. Shuniyapun pernah dihadapkan dimuka aktivis SKI (Seksi Kerohanian Islam) yang memojokkan kewariaannya, bahkan dengan ayat-ayat yang dinukil dari Al-Quran, akan tetapi si Shuniya ternyata hafiz dan paham isi Al-Quran serta hadits sehingga diapun menyerang balik dengan ayat juga dan acap kali para penyerangnya dibikin mati kutu karenanya. Tidak dijelaskan secara gamblang mengapa dia bisa menjadi waria dan mengapa dia memutuskan untuk memakai jilbab, karena itu mungkin menjadi urusan pribadinya yang tidak dituliskan dalam buku. Soal jilbabnya pun, dia juga diserang karena dianggap laki-laki sehingga tidak pantas memakainya.

Dua tahun pertama bagi Shuniya adalah masa-masa terberat dimana segala macam hujatan dia terima, diterima dengan tegar hati dan penuh perjuangan. Diapun juga menjalin hubungan yang baik dengan komunitas waria lainnya, dalam bukunya dia juga menceritakan terkadang dia suka berkumpul dengan waria-waria yang mangkal, bukan untuk apa-apa, hanya berbagi cerita saja.

Dibuku tersebut pula (sayangnya saya tidak beli), dia juga menceritakan secara gamblang hubungannya dengan beberapa pria dimana dia hanya mencintai satu pria saja, namun sadar tidak akan mungkin bersatu karena ke-wariaannya. Bahkan yang lucu, orang-orang yang dulunya menghujatnya membabi buta malah tidak sedikit yang akhirnya menaruh hati pada waria satu ini. Bahkan terang-terangan mengungkapkan cintanya kepada Shuniya, namun Shuniya menolaknya dengan halus karena masih mengingat perlakuan si lelaki tersebut pada dirinya, dimana dia dipojokkan, dicemooh dan dihujat sedemikian rupa. Dengan kesabarannya dan keimanannya pula, dia lambat laun dapat diterima di lingkungan kampusnya, bahkan sudah boleh bersembahyang di shaf perempuan juga, dan dianggap sebagai akhwat ketimbang sebagai ikhwan.

Yang dapat saya pelajari dan salut dari perjalanan hidup Shuniya ini adalah, ketabahan yang luar biasa dalam menghadapi cercaan dan hujatan, serta kesabaran dirinya dalam menghadapi ‘kelainan’ dalam dirinya yang membuatnya menjadi waria dan memakai jilbab. Dia juga berusaha memperjuangkan hak-hak kaum waria serta mengangkat kaum tersebut agar tidak hanya mangkal dijalanan saja.

Sedangkan pelajaran berikutnya adalah, janganlah membenci sesuatu secara membabi buta, karena kita tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya. Malah bisa (boleh) jadi dari semula membenci membabi buta itu, berbalik menjadi mencintai mati-matian. Ini yang terjadi pada orang-orang (terutama pria) yang menghujat Shuniya waktu itu, yang justru berbalik simpati atau malah jatuh cinta namun ditolak oleh Shuniya sendiri.

Sekali lagi, jangan berlebihan bila membenci, janganlah membabibuta jika mencinta, karena kelak justru akan menjadi bumerang bagi dirimu sendiri. Itu pelajaran yang saya dapat dari buku Shuniya- Jangan Lepas Jilbabku.





Bambang Priantono........

http://bambangpriantono.multiply.com/journal/item/893

noxiousisback
reply
noxiousisback wrote on Oct 29, '07
Ladies and Gentlemen !!!.....

Sekeon, The Multiply Porn Spammer & Islam Hater...REVEALED* !
Click the link above

Enjoy the show Sekeon !


Inilah Sekeon alias Johny Sekeon sang porn spammer dan anti-Islam juga. Dia ini generasi kedua dari Roy Sianipar, seorang anti-Islam juga di multiply yang sering spamming porn. Modus operandinya sama2 mirip walaupun beda orangnya. Dan dua2nya udah terungkap alias REVEALED ! Orang ini udah sering nyepam gambar2 porno di MP orang laen dan ngehina Islam abis2an so do whatever you like lah...Waspada yah


* Revealed = Terungkap

PS : Sorry buat yang punya MP ini halamannya dikotori sampah sekeon....and maybe this msg too


Powered by Blogger
Monday, November 5, 2007
Introducing : Sekeon, The Porn Spammer on Multiply.com
Dear Sekeon a.k.a Johny Sekeon...i was about to let you out from this trouble. But your attitude makin me sick and tired. You keep spamming on my friend's account and insulting Islam.

So don't blame me for this....cuz this time I DECLARE WAR TO YOU !....Now enjoy the show bastard !!! HAHA !



PS : Spam as you like on this page, cuz these page all around the cyber in a minute and then the world will knows who you are you sickminded creature ! hihi...


___________________________________


Pictures was taken from http://sekeon.vox.com ...now he's signin out from that site. The tiny version of the first pic can be seen here : http://community.webshots.com/user/sekeon/profile

How to find out that johny sekeon is the spammer ? Here's the explanation for all of you from sekeonspammer.multiply.com

Begini cara ngliat saya kalau si porn spammer adalah sekeon, perhatikan foto2 yang saya posting :

1. Perhatikan jam kedatangan dia di blog saya pada file sekeon-porn.jpg. Terlihat jam 7.45 am.

2. Lalu perhatikan lagi foto IP-spammer.jpg
Itu adalah foto web-stat yang saya pasang. Anda dapat melihat IP address yang berkunjung pada pulu 7.45 am berasal dari Belanda dg detil yang telah saya sebutkan sebelumnya.


Kesimpulan: IP address si Sekeon adalah tersebut dalam gambar tersebut.


Lalu darimana saya mengambnil kesimpulan kalau Sekeon adalah si Porn-Spammer? Begini:

Dari uraian di atas kita telah mengetahui IP address si Sekeon.

Sekarang buka lagi pencatat IP address anda, atau lihat saja catatan yang saya punya. Perlu di ingat juga temp[o hari si spammer itu datang bersamaan dari Belanda dan Australia, jadi mudah sekali untuk melacak kembali track mereka.

3. Sekarang perhatikan kembali foto duo-spammer.jpg

anda akan melihat IP address si spammer tempo hari ketika memakai ID Hirisili. Yang dari Belanda itulah si spammer, dan IP addressnya sama dengan IP address sekeon yang telah kita simpulkan pada langkah 1 dan 2.


KRONOLOGIS PORN SPAMMING BY SEKEON:

> 4-september jam 5.55, spammer dengan id HIRISILI kasih spamming gambar porno....ip-address kecatet. Siapa yang punya ip-address itu? belum kejawab.

> Trus tanggal 7-september jam 7.45 lo masuk ke blog gua. ip adderess lo ternyata sama dengan si HIRISILI. Nah lo....

KETAHUAN DEH....


JADI: SEKEON ADALAH PORN SPAMMER.
MANUSIA TANPA KEHORMATAN.
MAN WITH NO HONOUR
MAN WITH NO MORALITY
_____________________________

Other site related to Johny Sekeon a.k.a Sekeon :

http://sekeon.hyves.nl/
(Banyak foto2 doi bo ! awas ! hati2 banyak foto cewe2 berbikini pula hahaha dasar pervert !)

http://www.cpgnuke.com/Your_Account/profile=sekeon.html
(Contains his e-mails sekeon@aol.com & sekeon@hotmail.com...spam it ? hehehe)

http://andracharoen.multiply.com/journal/item/90
(Sekeon ngalor ngidul alias nyampah di MP orang laen...)

http://www.kotzot.com/sekeon


_____________________

Udahlah sekeon ngga usah sok haha hihi dan pake ngeles lagi hahahha, bukti2 udah didepan mata tinggal lu liatin aja tuh gambar2 secara detail. Gw tau lu panik kan skrg ? hahahaha pake ngarang cerita segala lagi...PRET LAH !

Gw ajakin damai lo ngga mau, malah nyampah mulu di MP orang sambil jelek2in Islam, asal lu tau Islam terlalu tinggi buat dijatuhin sama sampah kaya lu ! Al Islamu Ya'lu Wala Yu'la 'Alaih (Islam itu tinggi dan tidak ada yg lebih tinggi darinya). Lo tanggung sendiri skrg akibatnya pak. Foto lo dan data2 diri lu skrg udah nyebar dimana2.

Silahkan lo report user gw ini, di belakang gw udah banyak orang2 yg nyimpen data2+foto2 lu ini dan siap di publikasikan lagi di internet and not just in multiply but everywhere on the net.

Imagine how the world will know you and your bad attitude...Imagine they will see it just in a sec...and maybe your boss ? your client ? your friends ? Dan perlahan mereka pun menjauh dari anda....how sad...

You'll end up like Roy Sianipar dammit.....

But hey....you want this drama end ? It's easy.....Do what i say, STOP SPAMMING AND INSULTING ISLAM and i'll remove these pictures.....and keep this in your sick brain....you're messing with the wrong guy sekeon ! haha


Adios !

These pictures are the faces of Johny Sekeon....watchout guys he might be around you ! hahaha


LIHAT LAGI :


http://ruangfilm.com/forum/viewtopic.php?p=10158

http://udintpi.multiply.com/journal/item/27/Penulis_Waria?&item_id=27&view:replies=threaded

http://bambangpriantono.multiply.com/journal/item/893

Partisipasi Penonton
Pameran ini sangat terbuka untuk direspon umum.
Pengunjung boleh berpartisipasi dengan cara mengirim foto/ video yang sesuai dengan tema untuk melengkapi pameran ini. Foto yang dikirim boleh berupa foto hasil memotret atau kliping foto yang ditemukan di majalah, koran, atau album foto mereka di rumah.

Dua orang yang akhirnya merespon pameran ini dengan menempelkan foto-foto koleksi mereka adalah: Shuniya Ruhama Habuballah (aktivis cross-gender), merespon foto karya Yuni Shara & Mami Vinolia (aktivis cross gender & aktivis HIV/AIDS). Yang kedua adalah Rahmat Taufik, mahasiswa Univ. Negeri Yogyakarta, yang merespon foto bangunan-bangunan heritage di yang ada di Yogyakarta karya Tjahyono (Dosen arkeologi UGM).Selain mereka, ada satu orang responden lain yang turut memasang karya videonya, yaitu M. Taufan (Colllege student) http://www.kedaikebun.com/Ind/Kabar/Kabar_Jogja%20Bergerak!.htm





TENTANG Shuniya Rusamah
=====================

Jurnal Nasional : Kelompok Transgender Butuh Pengakuan PDF Print E-mail
Sekitar 50 orang waria yang tergabung dalam Jaringan Solidaritas Transgender melakukan demo damai di kawasan Bundaran Hotel Indonesia Jakarta, 20/11. Demo tersebut dilakukan dalam rangka Hari Transgender Internasional yang jatuh pada hari yang sama. Tuntutan mereka masih berkisar masalah perlakuan diskriminatif dan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan baik oleh aparat pemerintah maupun masyarakat serta perundang-undangan yang tidak memihak kepada komunitas transgender, seperti kaum lesbi, gay, biseksual, dan waria.

elompok transgender yang meliputi LGBT (lesbi gay biseksual dan transgender) tersebut merupakan gabungan dari Yayasan Arus Pelangi, Yayasan Srikandi Sejati, Forum Komunikasi Waria Pusat, Pelangi Perempuan, LBH APIK, dan sebagainya.
Menurut Ienes Angela, koordinator kampanye Yayasan Arus Pelangi, selain perlakuan masyarakat yang masih memberikan stigma negatif terhadap kelompok LGBT, pemerintah juga masih tidak mengakui keberadaan kelompok tersebut. Ia menyebutkan pasal 2 ayat 2 Peraturan Daerah Sumatera Selatan Nomor 13 Tahun 2002 Tentang Pemberantasan Maksiat serta Peraturan Daerah Kota Palembang Nomor 2 tahun 2004 Tentang Pemberantasan Pelacuran. "Kedua perda tersebut jelas mencantumkan, bahwa lesbian dan homoseksual termasuk perbuatan maksiat dan digolongkan dalam perbuatan pelacuran," jelasnya.
Ienes mengkhawatirkan perda-perda tersebut akan ditiru oleh pemerintah daerah lainnya, bahkan oleh pemerintah pusat untuk mendiskriminasikan LGBT, bahkan menggolongkannya dalam tindak pidana kejahatan. "Produk-produk hukum ini jelas melanggar hak-hak dasar kelompok LGBT sebagai manusia yang merdeka," tambahnya.
Akibatnya, demikian Ienes, sampai saat ini kelompok minoritas tersebut menjadi objek penertiban kelompok masyarakat dan negara.
Ienes juga menyatakan, kedua produk peraturan daerah tersebut bertentangan dengan Pasal 3 ayat 1 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia. Pasal tersebut menyatakan, setiap orang dilahirkan bebas dengan harkat dan martabat manusia yang sama dan sederajat serta dikarunia akal dan hati nurani untuk hidup bermasyarakat, berbangsa, bernegara dalam semangat persaudaraan.
Namun Ienes mengakui sulit berbicara kalau undang-undang tersebut memakai asas syariah atau berdasarkan agama tertentu. "Saya sedih agama dipolitisir untuk kepentingan kelompok tertentu dengan mendiskreditkan kelompok lainnya, "katanya.
Saat ditanyakan mengenai Rancangan Undang-Undang Anti Diskriminasi Ras dan Etnis (RUU ADRE) yang saat ini masih dibahas di DPR, Ienes menyayangkan RUU tersebut hanya memuat hal ras dan etnis, namun mengabaikan kelompok LGBT dan Odha (Orang dengan HIV/AIDS). "Kami sudah sering melakukan advokasi dan menganjurkan agar cakupan RUU tersebut diperluas dengan mengikutsertakan kelompok minoritas lainnya, seperti kami," katanya.

Diskriminasi pekerjaan

Dalam demo tersebut juga, para waria memohon kepada pemerintah daerah, terutama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk tidak melakukan razia dan memberi kesempatan kepada para waria untuk mencari rezeki. "Kami setiap malamnya dirazia oleh Satpol PP, bahkan Malam Minggu Kemarin, teman kami, Elly meninggal karena tercebur ke Kali Cideng saat dikejar-kejar," kata salah seorang waria dengan sedih.

Sementara itu, Betty, salah seorang waria menyatakan, kaum waria sebenarnya banyak yang mempunyai potensi, namun selalu gagal memasuki dunia kerja karena terlanjur diberi stigma negatif oleh masyarakat. "Kami selalu ditolak dalam melamar kerja, karena penampilan kami, kami dianggap sebelah mata padahal kami mampu melakukan pekerjaan itu," ujarnya.

Betty mengakui, sebagian besar waria merupakan orang-orang yang rendah pendidikannya. Hal itu, lanjutnya, karena para waria tersebut tidak bisa diterima masyarakat dan keluarganya, sehingga umumnya melarikan diri dari rumah dan terputus pendidikannya.

Namun tidak hanya waria dengan pendidikan rendah saja yang kesulitan memasuki dunia kerja formal, Shuniya Rusamah, waria yang mampu meraih gelar S1 dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gajah Mada, juga mengalami perlakuan yang sama.

Menurut waria yang memakai jilbab ini, berbagai dokumen-dokumen juga tidak berpihak kepada LGBT. "Lihat saja, pada point jenis kelamin, yang ada hanya laki-laki atau wanita, tidak ada kolom waria atau sejenisnya, itu saja jelas negara tidak mengakui keberadaan kami," jelasnya.

Shuniya sendiri saat ini menjabat Sekretaris Jenderal Putri Waria Indonesia dan Redaktur Pelaksana Tabloid ‘Metro Nusantara', sebuah tabloid khusus kaum waria. Menurut Shuniya, pihaknya tidak membutuhkan undang-undang atau legalitas lainnya. "Yang kami butuhkan adalah pengakuan akan keberadaan kami, baik dari pemerintah maupun masyarakat," katanya.

Shuniya berpendapat, kalau kaum waria tidak dikehendaki berkeliaran di jalanan, masyarakat dituntut untuk bersedia menerima keberadaannya di tengah masyarakat, baik dalam kehidupan sosial maupun dalam pekerjaan. "Kalau kami salah, hukumlah kami, tapi kalau kami punya karya dan potensi, hargai kami, itu saja," katanya tegas.

Shuniya memberi contoh beberapa waria yang sukses dalam bidangnya karena diterima oleh keluarga dan masyarakat sekitarnya. "Kalau kami juga diperlakukan sama, kami bisa menunjukkan potensi yang kami punya," katanya pula. Yanuar Jatnika

SUMBER : http://www.aidsindonesia.or.id/index.php?Itemid=2&id=1217&option=com_content&task=view

LIHAT LAGI : BERITA FOTO
18/06/2006 : 14.08.37
WARIA NAKAL
Meski sempat ditentang oleh salah satu ormas keagamaan tahun lalu, pemilihan Miss Waria akan dihelat lagi tahun ini. Sosok di balik penyelenggaraan acara itu adalah Megie Megawati. Waria 30 tahun ini mengaku sudah mendapatkan dukungan dari Gus Dur dan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Tampak Panitia Pemilihan Putri Waria dari ki-ka, Megie Megawatie dan Shunniya di Balai Krida, Kasawan Blok M, Jakarta,kemarin, Sabtu (17/6).--RAKA DENNY/JPNN
SUMBER : http://www.rakyataceh.com/index.php?open=foto&start=169&picid=36

LIHAT LAGI : Jalan Pembuktian
Ini bukan keinginannya, bukan pula mimpi yang semenjak kecil didambakannya.
Mungkin ini hanya sepenggal jalan hidup yang harus ia lewati.

Parasnya ayu. Tidak ada tanda-tanda kalau wanita ini adalah satu dari sekian
banyak penyandang predikat transeksual. Jilbabnya rapi menjuntai menambah
yakin bahwa sosok ini memanglah wanita seutuhnya. Namun kenyataannya, dialah
Shuniyya. Waria itu.

Usai seharian meladeni keingintahuan para wartawan mengenai keberadaannya,
Shuniyya memanjakan diri dengan beristirahat sejenak sembari melumurkan
masker di mukanya yang sedari pagi sudah kaku karena kelelahan. Meskipun
begitu sikapnya tetap saja ramah dan tak secuilpun letih tergambar di
wajahnya. Sambil asyik membenahi jilbab, pemilik nama lengkap Shuniyya
Ruhama Habliballah ini tetap ramah meladeni pertanyaan tim Bulpos yang
datang sore itu.

Merasa Berbeda

Cerita dimulai saat Shuniyya masih kecil. "Kata bapakku, sejak usia 2 tahun
aku sudah tidak mau pakai celana. Bahkan menginjak empat tahun aku
*nggak*mau berangkat ke sekolah kalau tidak memakai bedak.
*Bayangin aja*," kenangnya santai. Mulai saat itu banyak teman-teman
Shuniyya yang mengatakan dia banci. Hal ini membuat Shuniyya membuka mata,
menyadari keadaannya yang berbeda dengan anak seusianya.

Menginjak usia remaja perbedaan itu semakin dirasakan Shuniyya. "Aku tidak
bisa menampiknya, mungkin ini jalan hidupku," katanya. Mulanya orang tua
Shuniyya mengira Shuniyya hanya mencari perhatian. Tapi semakin dirasakannya
perbedaan itu membuat Shuniyya berani menceritakan keadaannya yang
sebenarnya kepada keluarganya. "Awalnya *sih* Bapak marah, tapi aku coba
berdiskusi, menjelaskan dengan logika. Akhirnya mereka mau menerimaku,"
tutur waria yang juga dekat dengan kedua adik perempuannya itu.

Shuniyya terlihat amat bangga menuturkan rangkaian peristiwa yang mungkin
bagi sebagian orang menyedihkan. Misalnya, dia pernah hampir berkelahi
karena ada yang mengatakan Shuniyya mengalami kelainan jiwa. Sempat pula dia
dipaksa membuka jilbabnya ketika pengembalian formulir UMPTN karena di
dalamnya menyatakan bahwa dia laki-laki. Namun sekali lagi berkat keramahan
dan keuletannya Shuniyya berhasil mendapat tempat di sekitar teman-temannya,
bahkan tempat itu istimewa karena dia berbeda.

Ekspresi lewat buku

Shuniyya dalam hati kecilnya selalu berharap semua waria mendapatkan hak
yang sama baik itu di bidang politik, ekonomi, hingga hukum.

Salah satu cara yang digunakannya untuk mengekspresikan aspirasi dan
perasaan kaumnya tersebut adalah dengan menulis buku. Di awal tahun 2005
kemarin, Shunniya meluncurkan sebuah buku yang berjudul "Jangan Lepas
Jilbabku". Lewat buku itu Shunniya berusaha menggambarkan suka duka
kehidupan kaum waria di tengah budaya masyarakat yang menganggapnya berbeda.

Dengan buku itu ia juga berharap masyarakat mau melihat lebih dekat bahwa
selama ini anggapan bahwa waria itu *oversex* seutuhnya tidak benar, justru
kebanyakan dari mereka mengalami kekerasan seks dan tidak ada hukum yang
melindungi mereka. Sebagian waria (seperti dirinya) tidak terobsesi untuk
menjajakan diri, Masih ada waria yang hidup baik-baik, bahkan lebih baik
dari orang yang normal.

"Pernah sesekali aku ditawar orang. Aku sakit hati, tapi aku
*nggak*membenci mereka, justru aku tersenyum kuharap mereka sadar
bahwa waria yang
dihadapinya ini berbeda," ujar penyandang cumlaude dengan IPK 3,56 dengan
masa kelulusan hanya 3 tahun 2 bulan ini.

Kini buku yang bertajuk "Jangan Lepas Jilbabku" ini sedang gencar-gencarnya
dipromosikan dan hal itu menambah kesibukan Shuniyya selain pekerjaan
sehari-harinya, menulis. Dengan ini Shuniyya telah membuktikan bahwa tidak
semua waria negatif seperti yang orang pikirkan.
Prima
SUMBER : http://www.mail-archive.com/ppiindia@yahoogroups.com/msg42005.html

DIA INI SANGAT SAYA CURIGAI SEBAGAI ORANG YG SUKA NGEHACK MP ANE COBA LIHAT HUBUNGAN ISI , DESIGAN LINK YG SAYA YAKINI ADALAH MILIK SATU ORANG YG SANGAT SAYA CURIGAI....

INFORMASI : INI GEMBONG IFFF PENGECUT YG SUKA NGEHACK MP ANE : http://thelastsultan.multiply.com , http://nonokmuhammad.multiply.com , http://muhammadiblis.multiply.com , http://2i2hreaction.multiply.com , http://oknowariaclub.multiply.com/ . http://oknowongjowo.multiply.com/ . http://oknoblog.multiply.com/ http://to2i2h.multiply.com
http://to2i2h.multiply.com http://rasulullahisdead.multiply.com http://2i2hreaction.multiply.com .mp ini saya yakini milik satu orang yaitu to2i2h, yg saya curigai beragama kristen dan seorang waria ....ada info lain ? tolong informasikan kesaya. Terimakasih sebelumnya....


DARI PERKEMBANGAN DAN PENGAMATAN TERAKHIR SAYA DENGAN TINGKAT KEYAKINAN SAYA MENCAPAI 90 % BAHWA to2i2h itu = CEPRATCEPROT = SOANG2 = IBNUKAMUNA = KEBENARANDIUNGKAPKAN = VANRIZA........


awawawwa.JPG
 1 Comment 

ab.jpg
  

Shunniya
  


15 Comments
Comment deleted at the request of the thread owner.
jihadnow wrote on Jun 13, '08
assalamu'alaikum wr wb.
yang penting kita jangan mudah emosi, hinaan mereka kita balas dengan semakin mempelajari agama kita lebih dalam tanpa meninggalkan urusan duniawi. karena dunia ini penting untuk anak cucu kita, agar jangan menjadi pengikut cara hidup "M3R3K4"
ecstacia wrote on Jun 13, '08
Wakakakakakk =)) Sedalam apa to2i2h mempelajari Islam =)) keliatan banget cuma sok teu doang =)) Kalo emang ngerasa agamanya bener, kok ga berani nyebutin ???? ae ucing ahh to2i2h =))
ecstacia wrote on Jun 13, '08, edited on Jun 13, '08
Tengoklah cerita dari Irak, sebuah tanah Persia yang dulu merupakan sumber kejayaan Islam dengan segudang ahli-ahlinya di bidang astronomi, sastra, matematika, dan sebagainya. Ada dua daerah bernama Adhamiya dan Khadamiya. Adhamiya ditempati orang-orang aliran Suni dan Khadamiya merupakan tempat tinggal orang-orang aliran Syiah dimana kedua wilayah ini dipisahkan oleh sungai Tigris. Beberapa waktu yang lalu mortar diluncurkan dari wilayah Adhamiya ke wilayah Khadamiya sehingga menimbulkan kekacauan yang besar di kalangan orang-orang Syiah. Tidak lama berselang giliran orang-orang Syiah dari Khadamiyah yang meluncurkan peluru-peluru mortar mereka ke arah penduduk di Adhamiyah. Bunyi letusan peluru dan teriakan panik orang-orang di Adhamiya disambut dengan tawa dan luapan kegembiraan dari masyarakat Syiah di Khadamiyah. Kondisi yang kacau balau dan keamanan yang belum stabil akhirnya membuat jembatan yang menghubungkan kedua wilayah tersebut ditutup oleh pihak yang berwenang. Cerita diatas merupakan gambaran kecil bagaimana umat muslim hidup dan berinteraksi antar sesama aliran di Irak. << APAKAH KEKACAUAN DI IRAQ GARA2 ISLAM ???
BEGO LOOO !!! LU LIAT SIAPA YANG NGOBRAK NGABRIK IRAQ SEBELUMNYA !! GA ADA ASAP KALO GA ADA API !! TOLOLLLLLLLLLLLLLLL !! 2i2hreaction atau to2i2h(atau siapa aja loe ae kucing), MENDING LO SHUT DOWN KOMPUTER LO... BALIK KE EMAK,TANYA...BAPAK LO SIAPA... COZ' KAYAKNYA LO AJA SENDIRI GA TAU SIAPA BAPAK LO..DAN SKRG LO MAU TAU TENTANG ISLAM DENGAN CARA YANG SALAH...GA BAKAL BERES JADINYA... OK ??
Comment deleted at the request of the thread owner.
nirwanalife wrote on Jun 14, '08
sabar yo kang mas?
penghinaan kepada umat Islam sudah ada sejak Jaman Rasulullah, Ingatlah akan kisah Khalid bin walid dan Umar bin Khotob.
serbuiff wrote on Jun 15, '08
nirwanalife
delete reply
nirwanalife wrote on Jun 14
sabar yo kang mas?
penghinaan kepada umat Islam sudah ada sejak Jaman Rasulullah, Ingatlah akan kisah Khalid bin walid dan Umar bin Khotob................YA MAS.......
Comment deleted at the request of the thread owner.
aibnu wrote on Jun 29, '08, edited on Jun 29, '08
Kaum kafir hanya melihat keburukan yang menimpa UMAT islam saja...itu semua hanya bersifat manusiawi dan duniawiyah. Semua ibarat pepatah " Semut di sebrang lautan nampak but elephant di bijimata nggak keliatan'. Lihat banyak kasus semirip masyarakat lugu miskin di negara Islam , seperti masyarakat marginal di Meksiko, Philiphina, Amerika Latin or tak perlu jauh2 lihat masyarakat marginal di NTT dll daerah non Islam di Ind. Mereka sama dgn masyarakat marginal Islam.....lugu dan mancampuradukan kemusrikan dgn agama Kristen. Lihat kisah Perang Salib,

Ketika Tentara Salib merebut Jerusalem pada Perang Salib I tahun 1099, mereka membantai habis penduduk Jerusalem, tidak hanya muslim tetapi juga penduduk yahudi serta penganut nasrani ortodox, termasuk kaum Arian, dan sekte2 lain yg dicap sesat oleh Paus. Tak terhitung masjid, sinagog, gereja ortodox dan perpustakaan habis dijarah, dirusak bahkan dibakar. Sebelumnya, di sepanjang jalan menuju Jerusalem Tentara Salib juga melakukan pembunuhan, perampokan, pemerkosaan dan penganiayaan serupa. Selama Perang Salib I, ratusan ribu wanita, anak dan orang tua menjadi korban. Ribuan rumah penduduk, masjid, sinagog, gereja ortodox, dan perpustakaan dirusak dan dibakar. http://indoforum.org/member.php?u=6025

Maka Ermite pun berangkat dengan 60,000 orang pasukan, kemudian disusul oleh kaum tani dari Jerman seramai 20.000, datang lagi 200,000 orang menjadikan jumlah keseluruhannya 300,000 orang lelaki dan perempuan. Sepanjang perjalanan, mereka di izinkan merompak, memperkosa, berzina dan mabuk-mabuk. Setiap penduduk negeri yang dilaluinya, selalu mengalu-alukan dan memberikan bantuan seperlunya.
Akan tetapi sesampainya di Hongaria dan Bulgaria, sambutan sangat dingin, menyebabkan pasukan Salib yang sudah kekurangan makanan ini marah dan merampas harta benda penduduk. Penduduk di dua negeri ini tidak tinggal diam. Walau pun mereka sama-sama beragama Kristian, mereka tidak senang dan bertindak balas. Terjadilah pertempuran sengit dan pembunuhan yang mengerikan. Dari 300,000 orang pasukan Salib itu hanya 7000 sahaja yang selamat sampai di Semenanjung Thracia di bawah pimpinan sang Rahib.Ketika pasukan Salib itu telah mendarat di pantai Asia kecil, pasukan kaum Muslimin yang di pimpin oleh Sultan Kalij Arselan telah menyambutnya dengan hayunan pedang. Maka terjadilah pertempuran sengit antara kaum Salib dengan pasukan Islam yang berakhir dengan hancur binasanya seluruh pasukan Salib itu.
http://www.kisah.web.id/tokoh-islam/abad-06/sholahuddin-al-ayubi-532-589h.html

KEWASPADAAN DAN FANATISME AKIDAH ISLAM......lihat bagaimana Allah SWT memperingati kita dengan tajamnya, dan wajar jika dalam komunitas Muslim harus saling meluruskan, bahkan dgn pedang sbb :

QS At Taghaabun : "Hai orang-orang mu'min, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (nb : secara aqal, maka makna Quran ini bisa juga berarti Istri terhadap suami or anak terhadap ortu-nya..ok)

"Sehingga ada pameo dalam dunia Islam : Satu Orang Munafik Dalam Tubuh Islam adalah lebih berbahaya daripada seribu orang kafir diluar ".....wajar bukan jika kita menghancurkan segala kemunafikan yg mengaku atas nama Islam.

Wass.
serbuiff wrote on Jul 2, '08
HATI-HATI FITNAH OKNO Jun 8, '08 2:52 PM
for everyone
Mengingat banyaknya orang, khususnya teman-teman MP sering terkecoh dan salah persepsi bahwa di MP ini oleh orang-orang tak bertanggung jawab bahkan dia sudah mulai dengan gaya serangan lama ke arah saya pribadi dengan menggunakan nama saya dan atau nama yang mirip-mirip dengan saya, bahkan sudah nekat selalu menggunakan icon atau headshot yang saya pergunakan.

Untuk itu saya mohon rekan-rekan agar waspada, karena orang ini sudah melanggar hukum nasional dan internasional khususnya TOS Multiply. Pelaku ini sudah denga jelas-jelas menebar fitnah dan sudah sekian kalinya saya abuse atau saya laporkan ke CS MP untuk diberangus, tapi ya gitu...setelah dihapus dia bikin ID baru..dan terus begitu....Dengan kejadian ini maka untuk sementara blog MP saya ini saya tutup sampai ada pemberitahuan lanjut. Bila teman-teman menemukan ID bermaslah dan selalu bikin masalah di MP ini hanya ada 2 jalan yaitu: report abuse atau block id yang bersangkutan supaya dia tidak beraksi menyebar fitnah lebih jauh. Bila anda sudah sampai dirugikan oleh id-id ini sebaiknya laporkan saja pengguna id gadungan itu ke pihak aparat hukum.

Terima kasih

Berikut adalah daftar id-id yang beraksi melakukan sebaran fitnah itu :
http://oknogblok.multiply.com
http://yayasanwariaclub.multiply.com
http://oknowongjowo.multiply.com
dan masih banyak lagi....

Sekali lagi. Jangan diterima masuk id-id itu ke MP anda, karena biasanya dia akan nyampah atau bikin sampah nah kalau dia bikin sampah di guestbook atau Blog MP anda, spam atau sampahnya itu jangan dihapus dulu, jadikan sampah itu sebagai bukti ke CS MP atau pihak aparat hukum dimana anda tinggal. Lakukan reporting abuse atau block id yang bersangkutan yang ada di bawah headshotnya.....

Pelakunya ini orangnya itu-itu juga,,,,,biarkan aparat hukum Indonesia yang sedang mengurusnya,,,,,,
Tags: okno

sumber : http://okno.multiply.com/journal/item/352/HATI-HATI_FITNAH_OKNO
Comment deleted at the request of the thread owner.
Comment deleted at the request of the author.
akuzugabiza wrote on Jul 12, '08
aibnu :
Ass...
to Mas Tegoeh Sebuiff.....
Semoga Allah SWT tetap melimpahkan rachmatnya pada kita semua....amin
ana sedang memilah, memilih dan mengasah bambu2 runcing muda di Dudungnet...ok
Wass....
serbuiff wrote on Jul 12, '08
waalaikum salam wr wb....ane bukan mas tegoeh, bung aibnu, dudungnet punya ente ? ...
kontolmuhammad1 wrote on Nov 10, '08






anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing
....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing....anjing

Apabila Nabi Muhammad bisa turun dari langit saat ini dan melihat dunia beserta umatnya, Beliau pasti akan meneteskan air mata. Hatinya mungkin terasa begitu pedih dan perih melihat tanah Persia diserang oleh kekuatan Barat yang begitu semena-mena menindas atas nama demokrasi. Hatinya mungkin terasa begitu sakit melihat betapa negara-negara Muslim sangat tertinggal dari negara-negara Barat dan lainnya dalam bidang ekonomi, politik, ataupun teknologi. Tapi bukan karena melihat kondisi tersebut yang paling membuat hatinya begitu terluka amat dalam. Yang membuat hati nabi Muhammad begitu terluka hingga sulit bernapas adalah ketika Beliau melihat bahwa umat Muslim saling membenci dan saling memusuhi satu sama lain. Umatnya begitu bodoh!

Tengoklah cerita dari Irak, sebuah tanah Persia yang dulu merupakan sumber kejayaan Islam dengan segudang ahli-ahlinya di bidang astronomi, sastra, matematika, dan sebagainya. Ada dua daerah bernama Adhamiya dan Khadamiya. Adhamiya ditempati orang-orang aliran Suni dan Khadamiya merupakan tempat tinggal orang-orang aliran Syiah dimana kedua wilayah ini dipisahkan oleh sungai Tigris. Beberapa waktu yang lalu mortar diluncurkan dari wilayah Adhamiya ke wilayah Khadamiya sehingga menimbulkan kekacauan yang besar di kalangan orang-orang Syiah. Tidak lama berselang giliran orang-orang Syiah dari Khadamiyah yang meluncurkan peluru-peluru mortar mereka ke arah penduduk di Adhamiyah. Bunyi letusan peluru dan teriakan panik orang-orang di Adhamiya disambut dengan tawa dan luapan kegembiraan dari masyarakat Syiah di Khadamiyah. Kondisi yang kacau balau dan keamanan yang belum stabil akhirnya membuat jembatan yang menghubungkan kedua wilayah tersebut ditutup oleh pihak yang berwenang. Cerita diatas merupakan gambaran kecil bagaimana umat muslim hidup dan berinteraksi antar sesama aliran di Irak.

Semenjak masuknya pasukan Amerika di tanah Irak, persaingan dan kebencian antara dua aliran terbesar di agama Islam menjadi begitu nyata dan semakin meruncing. Dengan semakin rumitnya kondisi perang di Irak, munculnya intrik di antara dua kubu tersebut membuat Islam sebagai sebuah agama menjadi semakin terekspos dan terpojok. Mengapa umat Islam harus saling bermusuhan?

Mari kita lihat sejarah bagaimana permusuhan ini terjadi. Suni dan Syiah. Saat ini, sekitar 90% umat muslim di dunia adalah penganut aliran Suni termasuk Indonesia di dalamnya. Sepuluh persen sisanya adalah umat muslim aliran Syiah yang terpusat di Iran. Beberapa negara di era modern lain yang memiliki mayoritas umat muslim Syiah adalah Irak, Bahrain dan Azerbaijan. Sementara negara-negara seperti Arab Saudi, Pakistan, dan Lebanon memiliki kaum Syiah sebagai golongan minoritas. Mengapa ada Islam aliran Suni dan Syiah?

Perbedaan Dalam Islam

Untuk menjawabnya kita harus kembali menengok sejarah Islam setelah peninggalan Nabi Muhammad. Perpecahan dalam agama Islam terjadi pada tahun 632 beberapa waktu setelah Nabi Muhammad meninggal dunia. Nabi Muhammad meninggal tanpa sebelumnya menunjuk siapa pemimpin umat Islam sepeninggal Beliau. Beberapa pengikutnya percaya bahwa Khalifah harus diberikan kepada keturunan Nabi Muhammad dimulai dengan saudara sepupunya yang juga anak menantu yaitu Ali bin Abi Talib. Sementara mayoritas pengikut Nabi Muhammad mendukung sahabat Nabi Abu Bakar untuk meneruskan kepemimpinan Nabi. Walau Ali tidak menjadi penerus Nabi Muhammad sebagai Khalifah pertama namun Ia akhirnya menjadi Khalifah keempat sebelum akhirnya Ia dibunuh di wilayah Kufa pada tahun 661 yang sekarang menjadi bagian dari Irak.

Perpecahan di dalam Islam akhirnya benar-benar terjadi setelah terbunuhnya Ali bin Abi Talib. Mayoritas umat muslim mendukung Gubernur Suriah ketika itu Mu’awiyah dan putranya Yazid. Sementara pendukung Ali yang kemudian dikenal dengan sebutan Syiah mendukung putra Ali bernama Hussein. Kedua kubu ini akhirnya bertemu di medan perang di dekat wilayah yang sekarang bernama Karbala di Irak pada tanggal 10 Oktober 680. Di dalam perang tersebut konon katanya Hussein diculik dan kemudian dipenggal. Namun bukannya mematikan aliran Syiah, kematian Hussein justru dijadikan sebagai simbol martir oleh pendukungnya. Sosok Hussein dilihat sebagai seorang pemimpin yang adil dan sederhana yang berani berdiri menentang ketidakadilan. Hingga saat ini hari kematian Hussein diperingati oleh umat Syiah setiap tahunnya dan peringatan itu dikenal dengan nama Ashura. Pada hari peringatan itu umat Islam Syiah akan berjalan beramai-ramai sambil memukul-mukul dada mereka dan menangis histeris. Bagi umat yang fanatik peringatan Ashura dilakukan secara ektstrim dengan melukai badan mereka dengan cambuk atau bahkan pedang.

Dengan jumlah pendukung yang begitu besar tidak heran apabila Islam Suni lebih memiliki peran di percaturan politik dunia. Hanya Iran sebagai negara pusat Islam Syiah yang memiliki kekuatan politik mutlak di negaranya sendiri. Selebihnya Islam Suni selalu mampu memiliki kekuasaan politik lebih baik bahkan di negara-negara dengan mayoritas umat Islam Syiah dengan satu pengecualian yaitu Suriah dimana mayoritas penduduknya adalah muslim Suni namun sejak tahun 1970 pemerintah dikuasai oleh sekte kecil aliran Syiah yang disebut Alawi.

Time edisi 5 Maret 2007 memberikan beberapa perbedaan mencolok antara umat Islam Suni dan umat Islam Syiah di Irak. Perbedaan-perbedaan itu ditandai melalui nama mereka, cara ibadah, mesjid atau tempat ibadah, rumah mereka, aksen bahasa, serta stiker dan atribut yang menempel pada mobil-mobil mereka. Saya hanya akan menjelaskan dua perbedaan yaitu cara ibadah dan mesjid yang mereka gunakan karena dua elemen ini adalah yang paling mencolok untuk menggambarkan perbedaan muslim Suni dan Syiah di seluruh dunia.

1. Cara Ibadah

* Umat Suni melakukan ibadah sholat dengan satu tangan diletakkan diatas tangan yang lainnya di atas perut. Sementara penganut Syiah meletakkan kedua lengan lurus kebawah. Selama sholat umat Suni dan Syiah membungkuk dan sujud dan menyentuhkan kepala mereka ke tanah. Penganut Syiah yang taat menyentuh sebuah lempengan kecil terbuat dari tanah liat yang dibuat di kota suci Najaf.
* Setiap umat Islam diwajibkan untuk melaksanakan sholat lima waktu dimana Suni memiliki lima waktu terpisah untuk melaksanakan ibadah tersebut sementara umat Islam Syiah memiliki pilihan untuk melakukannya tiga kali namun dengan men¬double dua sholat mereka pada waktu sholat pilihan mereka. Jadi misalnya Anda seorang muslim Syiah dan hari ini Anda ingin Sholat tiga waktu saja serta Anda sudah memilih untuk sholat pada waktu ashar, maghrib, dan Isya maka Anda harus sholat dua kali pada dua waktu sholat dari tiga waktu sholat yang Anda akan lakukan.
* Dalam melakukan adzan mesjid-mesjid Suni menyebut nama Allah dan Nabi Muhammad. Sementara mesjid-mesjid Syiah menambahkan nama Ali di dalam adzan mereka. Adzan dari mesjid Syiah dilakukan beberapa menit setelah adzan dari mesjid Suni.
* Muslim Suni dan Syiah tidak pernah memiliki hari raya idul fitri pada hari yang sama.
* Perayaan hari kematian Ali yang disebut Ashura selalu dianggap sebagai perayaan yang tidak pantas oleh kalangan Suni

2. Mesjid

* Mesjid-mesjid Suni hampir selalu memiliki kubah dan terkadang juga memiliki menara yang tinggi. Sementara mesjid-mesjid Syiah atau tempat ibadah yang dinamakan Husseiniyas (gabungan antara fungsi mesjid dan pusat komunitas) tidak harus memiliki kubah. Tempat-tempat ibadah umat Islam Syiah dilengkapi dengan bendera berwarna hitam dan hijau serta ruangan di dalamnya diisi dengan gambar-gambar Ali dan terkadang Hussein. Di saat yang bersamaan mesjid-mesjid umat Islam Suni cenderung memiliki warna yang kalem dan pemajangan gambar-gambar tokoh manusia dianggap sebagai tindakan yang kurang pantas.
* Para pemuka Islam Syiah biasanya memakai baju kebesaran yang lebih bervariasi dalam segi warna dan desain (biasanya menggunakan penutup kepala berwarna putih, hitam, atau hijau) sementara pemuka Islam Suni hanya memakai penutup kepala berwarna putih.

Islam Adalah Agama Yang Anti Damai?

Pertanyaannya sekarang adalah, “Apakah perbedaan-perbedaan itu dapat dijadikan sebagai dasar untuk timbulnya rasa benci dan permusuhan?” “Apakah benar Islam adalah agama yang mencintai damai ataukah Islam merupakan Agama yang menyebarkan kebencian dan amarah yang meledak-ledak?” Apabila Anda seorang muslim yang sudah bertahun-tahun hidup di Indonesia atau bahkan Anda adalah seorang muslim yang telah menghabiskan seluruh hidup Anda di Indonesia maka Anda mungkin sangat tidak setuju dengan argumen yang berpendapat bahwa Islam adalah sebuah agama barbar yang mengajarkan kaumnya untuk membunuh orang kafir. Tapi bagaimana dengan masyarakat dunia Barat yang memiliki kaum Islam sebagai masyarakat minoritas yang gerak-geriknya selalu dicurigai? Apakah masyarakat dunia Barat salah apabila mereka memiliki anggapan negatif terhadap Islam dan pengikutnya? Apakah salah apabila mereka membenci kaum muslim dan agama Islam yang mereka anggap sebagai biang keladi terjadinya peristiwa sebelas September dan aksi teror di berbagai belahan dunia?

Menjadi muslim di Indonesia memang berbeda dibandingkan dengan menjadi muslim di sebuah negara di dunia Barat. Indonesia adalah surga bagi kaum muslim karena di sinilah lebih dari 200 juta umat muslim berdomisili dan berinteraksi antar sesama. Indonesia walau bukan sebuah negara Islam tapi merupakan negara dengan jumlah pengikut Islam terbesar di dunia. Umat muslim adalah golongan mayoritas sehingga Anda dengan mudah dapat meyakinkan banyak orang bahwa Islam adalah agama yang cinta damai, no matter what! Tidak ada satu buku pun yang dijual di Gramedia atau Gunung Agung yang berisikan hal-hal buruk tentang Islam dan pengikutnya. Tidak ada satu penerbit pun yang berani mencetak dan memasarkan buku-buku seperti itu. Tapi jelas tidak seperti itu yang terjadi di negara-negara barat dimana kata Islam memiliki arti lain seperti teror dan aksi brutal.

Di salah satu jaringan toko buku terbesar di Amerika Serikat Barnes & Nobles dengan mudah ditemukan buku-buku tentang bagaimana Islam menindas perempuan di Afrika, bagaimana pejuang jihad menempelkan bom di tubuh mereka dan meledakkan pusat-pusat keramaian milik negara-negara Barat, atau juga bagaimana Islam menyuruh umatnya untuk mencambuk pasangan yang melakukan hubungan intim di luar pernikahan. Semuanya terlihat begitu kuno dan tidak masuk akal bagi mereka. Buku-buku seperti itu laris manis karena para pembaca di Amerika sangat penasaran untuk melihat wajah Islam yang sebenarnya setelah terjadinya peristiwa sebelas September. Bulan Februari yang lalu sebuah buku kontroversial tentang Islam diluncurkan ke publik Amerika yang ditulis oleh seorang aktivis hak asasi manusia yang selama ini terkenal kontroversial, Ayaan Hirsi Ali. Judul buku itu adalah Infidel. Infidel dalam bahasa inggris memiliki arti yaitu seseorang yang menentang Tuhan atau orang yang keluar dari ajaran agama, dalam budaya Islam kita mengenalnya dengan sebutan kafir.

Aryan Hirsi Ali lahir di Mogadishu, Somalia pada tanggal 13 November 1969 dan pada tahun 1992 Ia mendapatkan suaka politik dari Belanda. Ia mengambil sekolah hukum di Universitas Leiden dan menyelesaikan gelar masternya pada tahun 2000. Setelah lulus, Ia memutuskan untuk berkarir di dunia politik di Belanda dan sempat menjadi bagian dari Partai Sosial Demokrasi PvdA dan partai VVD. Karir politiknya di Belanda bisa dibilang cukup sukses namun sayang Ia akhirnya harus pergi meninggalkan Belanda pada tahun 2006 yang lalu setelah ditemukan bukti bahwa Aryan memperoleh suaka politik dari negara Belanda secara tidak sah. Saat ini Aryan hidup dan menetap di Amerika Serikat. Selama bergelut di dunia politik dan hak asasi manusia nama Aryan Hirsi Ali bisa dibilang cukup sensasional. Ia bahkan dinobatkan oleh majalah Time pada tahun 2005 sebagai salah satu dari 100 manusia paling berpengaruh di dunia. Aryan Hirsi Ali sangat terkenal lantaran keberaniannya dalam mengkritisi ajaran Islam, Nabi Muhammad, dan para tokoh Islam dunia. Pada tahun 2004 Ia menulis naskah sebuah film pendek berjudul Submission yang disutradarai oleh Theo Van Gogh. Film tersebut sangat provokatif bagi sebagian besar umat muslim dunia. Seorang perempuan dengan pakaian serba tertutup namun bagian depan tubuhnya hanya ditutupi oleh bahan transparan yang memperlihatkan lekuk tubuhnya berbicara dalam bahasa inggris dan menceritakan bagaimana pengalaman sedihnya menjadi seorang perempuan di dalam keluarga Islam. Tokoh di dalam film itu digambarkan sebagai seorang perempuan yang mengalami ketidakadilan di dalam Islam. Tubuhnya disiksa terus-menerus dan jiwanya disakiti tidak hanya oleh suaminya yang semena-mena namun juga oleh agama, budaya dan lingkungan sekitarnya. Film tersebut menjadi lebih provokatif karena ayat-ayat Al-Quran dituliskan di atas tubuh tokoh perempuan tersebut seolah-olah Islam membenarkan kekerasan yang dilakukan terhadap kaum perempuan di seluruh dunia. Film ini mendapat tentangan yang sangat hebat dari kalangan umat muslim dunia, bahkan sang sutradara akhirnya dibunuh oleh seorang ekstrimis pada tanggal 2 November 2004.

Saya sempat membaca buku Infidel karangan Aryan Hirsi Ali tersebut di dalam salah satu toko buku Barnes and Nobles di wilayah Maryland, Amerika Serikat. Saya sangat tertarik untuk membacanya karena judul dan topiknya yang cukup menggoda namun tidak berniat untuk membelinya karena saya sudah memiliki terlalu banyak buku yang belum sempat dibaca. Akhirnya saya memutuskan untuk ikut duduk di atas karpet di sebelah sebuah rak yang penuh dengan buku-buku tebal seperti yang dilakukan oleh para pengunjung lainnya. Ketika itu saya hanya sempat membaca satu bab yang berjudul Leaving God atau meninggalkan Tuhan. Di dalam bab itu Aryan Hirsi Ali menggambarkan dirinya ketika berada dalam posisi yang limbung dan bingung. Ia mulai mempertanyakan kepercayaannya terhadap Tuhan dan agama yang selama ini Ia peluk. Setelah peristiwa sebelas September Ia merasa semakin tidak yakin akan Islam dan ajarannya, Aryan merasa sangat terganggu mengetahui fakta bahwa para pelaku pembajakan pesawat pada 11 September 2001 adalah penganut Islam dan mereka melakukan aksi teror itu atas nama Tuhan dan Islam. Akhirnya pada satu kesempatan di tahun 2003, Aryan Hirsi Ali menyadari bahwa dirinya bukanlah seorang muslim yang selama ini tertera di kartu identitasnya. “Aku seorang atheis,” ujarnya.

Selang beberapa hari saya kembali mengunjungi toko buku yang sama dengan maksud untuk melanjutkan bacaan saya. Namun setelah menghabiskan lebih dari 15 menit saya tidak kunjung menemukan buku yang saya cari, saya pun mendatangi salah seorang karyawan di toko tersebut dan menanyakan dimana mereka menempatkan buku yang sedang saya cari. Dengan senyum yang ramah seorang perempuan berumur 40-an berujar, “I’m so sorry but the book is sold out. New books are coming soon. But I’m so happy that you asked about the book, as a woman.” Perempuan tersebut dengan jelas mendukung buku yang ditulis Aryan Hirsi Ali dan menganggapnya sebagai salah satu bentuk perjuangan perempuan melawan ketidakadilan. Ketidakadilan yang diciptakan oleh Islam! Pandangan perempuan ini bisa jadi mewakili pandangan berjuta-juta perempuan dan masyarakat dunia Barat terhadap Islam. Anda sebagai muslim di sebuah negara seperti Indonesia mungkin akan marah dan merasa terhina atas perlakuan dunia barat dalam memandang Islam dan ajarannya. Namun mungkin Anda juga dapat memahami bahwa pandangan yang mereka miliki merupakan suatu hal yang lumrah di dalam sebuah dunia dimana persamaan hak antar kaum pria dan perempuan begitu dijunjung tinggi dan kebebasan berbicara merupakan suatu kekayaan nasional yang dilindungi hukum. Ya, memang benar bahwa negara sebesar Amerika Serikat pun belum pernah memiliki seorang presiden perempuan setelah lebih dari 200 tahun masa kemerdekaan, namun di Amerika Serikat Anda tidak akan pernah bisa menemukan seorang pria beristrikan lebih dari dua orang membuat sebuah ajang penghargaan kepada para suami yang mempraktekan poligami!

Apa yang salah dengan Islam?

Bagi kalangan anti Islam seperti Aryan Hirsi Ali, kondisi yang terjadi di Irak saat ini atau kondisi di berbagai negara Islam dimana perempuan adalah manusia kelas dua bukanlah akibat rendahnya tingkat kesejahteraan dan pendidikan. Bagi mereka jawabannya terletak pada ajaran Islam itu sendiri. Mereka percaya bahwa memang ada yang salah dari ajaran Islam dan ajaran tersebut lah yang melakukan penindasan semena-mena terhadap berjuta-juta umat manusia di dunia. Sementara di lain sisi tokoh-tokoh Islam di kancah percaturan politik dunia selalu menggunakan kata welfare dan education sebagai alasan paling rasional untuk menjawab pertanyaan mengapa para pemuda di Palestina, Irak, dan Somalia begitu rentan akan hasutan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengangkat senjata dan melakukan aksi kekerasan.

Nama saya adalah Tasa Nugraza Barley dan saya dengan bangga menyatakan bahwa saya adalah seorang muslim. Saya bangga menjadi bagian dari sebuah agama yang hebat ini. Walau hingga saat ini saya belum berani menyatakan bahwa diri saya adalah seorang yang religius tapi saya berani dan yakin mengatakan bahwa tidak ada yang salah dengan agama ini. Yang salah adalah kita sebagai umat yang menganutnya. Kita memang terlalu bodoh dan tidak mampu memanfaatkan kehebatan dari sebuah agama yang telah diturunkan oleh Tuhan ke dunia ini. Saya cukup yakin bahwa sesungguhnya nabi Muhammad memiliki maksud tersendiri untuk tidak menyebutkan siapa pengganti dirinya apabila beliau meninggal dunia. Mungkin alasan beliau melakukan itu adalah karena beliau tidak ingin Islam memiliki pemimpin sehingga membirokrasikan Islam dan menjadikannya sebagai sebuah alat untuk memperoleh kekuasaan. Mungkin Nabi Muhammad hanya ingin Islam menjadi sebuah way of life atau jalan hidup bagi setiap penganutnya dalam menjalankan aktifitas mereka sehari-hari. Mungkin nabi Muhammad tidak ingin Islam dijadikan sebagai sebuah alasan bagi terjadinya perebutan tahta dan pertumpahan darah demi memperoleh pengaruh dalam dunia Islam. Namun, kita umatnya justru saling membenci dan merepresentasikan ajaran Islam sedemikian rupa demi memperoleh keinginan kita masing-masing. Para pemimpin dalam dunia Islam tahu bahwa agama, budaya, politik, dan ekonomi adalah elemen-elemen kehidupan yang saling mempengaruhi satu sama lainnya dan mereka seringkali memutarbalikannya sehingga para pengikut mereka jadi bimbang dan mudah dipengaruhi. Satu contoh bagaimana agama dan elemen-elemen lain dalam kehidupan saling mempengaruhi satu sama lain: Apakah pakaian terusan berwarna putih yang dipakai oleh para pria di daerah timur tengah adalah ajaran Islam? Apakah bahasa arab adalah bahasa Tuhan? Kalau Anda menjawab tidak, lalu mengapa para kyai dan ustads di Indonesia selalu menggunakan pakaian kebesaran bangsa Arab tersebut dalam memberikan ceramah mereka? Apakah dengan melakukan itu mereka dapat lebih dipercaya dan religius? Lalu kalau memang bahasa Arab bukanlah bahasa Islam atau bahasa Tuhan mengapa bahasa Arab dipandang begitu indah dan sakral? Mengapa anak-anak di sekolah dasar selalu diajarkan berdoa dalam bahasa Arab sebelum mereka makan atau tidur? Apakah Tuhan adalah seorang Arab? Keterkaitan agama dengan elemen-elemen lain di dunia seperti inilah yang sering kali digunakan oleh para pemimpin di dunia Islam dalam mempengaruhi umat muslim untuk mengikuti kemauan mereka.

Apabila Aryan Hirsi Ali dan para pendukung anti Islam percaya bahwa ajaran Islam adalah ajaran yang salah maka saya setuju apabila kesejahteraan merupakan alasan paling rasional untuk menjawab pertanyaan mengapa begitu banyak umat muslim yang menjalankan kehidupan mereka dengan penuh kekerasan dan kemunafikan. Kenyataan bahwa begitu banyak negara Islam yang berada di bawah garis kemiskinan merupakan suatu contoh nyata mengapa begitu banyak kalangan yang merepresentasikan ajaran Islam secara salah. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa agama merupakan salah satu unsur dalam kehidupan manusia yang dipengaruhi dan mempengaruhi unsur-unsur lainnya, maka perut yang lapar akan mempengaruhi seseorang dalam memandang agamanya. Begitu pula otak yang bodoh akan dengan mudah dihasut dan diperbudak oleh kepentingan-kepentingan dari golongan tertentu.

Hukum Alam

Kemunduran Islam di seluruh dunia bisa jadi merupakan suatu hukum alam yang memang harus dialami oleh setiap umat muslim. Ketidakberdayaan negara-negara Islam dalam pentas dunia memang terasa begitu memalukan bagi sebuah agama yang memiliki pengikut lebih dari 1,6 milliar orang. Negara-negara Islam di Afrika sudah sejak lama dianggap sebagai kumpulan orang bodoh yang tidak memiliki rasa kemanusiaan dan keadilan. Negara-negara Islam di Afrika sudah begitu lama terpuruk dalam kemiskinan dan perang saudara yang begitu menyedihkan. Negara-negara Islam di Asia juga tidak kalah bodohnya. Pakistan, sebuah negara yang menggunakan hukum Islam, di Asia Selatan jelas bukan sebuah negara Islam yang bisa dibanggakan. Saya kebetulan pernah hidup di Pakistan dari tahun 1997 hingga 2000, dan saya bisa yakinkan Anda bahwa Pakistan bukanlah sebuah negara yang patut dicontoh. Selama tiga tahun hidup di Pakistan yang saya tahu bagaimana Pakistan menjalankan hukum, yang katanya adalah hukum Islam, adalah bagaimana setiap harinya perempuan Pakistan disiksa dan dilecehkan. Perempuan menjadi manusia kelas dua di Pakistan, mereka tidak memperoleh hak yang setara hampir di seluruh aspek kehidupan di Pakistan. Sesuatu hal yang sangat ironis di sebuah negara yang menjadi salah satu dari sedikit negara-negara di dunia yang pernah memiliki seorang presiden perempuan. Pemerintah Pakistan menjalankan sistem pemerintahan yang bisa dibilang otoriterisme. Contohnya bisa dilihat bagaimana Presiden Pakistan saat ini Pervez Musharaf yang memperoleh kekuasaannya melalui proses kudeta tidak kunjung mau lengser padahal ketika baru menjadi presiden Ia berjanji bahwa kekuasaannya bersifat sementara dan akan segera menyelenggarakan pemilu. Saat ini Pakistan secara memalukan menjadi “budak” Amerika Serikat dalam memerangi terorisme di Afghanistan yang sayangnya juga merupakan sebuah negara Muslim. Sementara walau India memiliki jumlah umat muslim melebihi total umat muslim di Pakistan tapi jelas mereka tidak memiliki kekuatan di pemerintahan yang dikuasai oleh umat Hindu yang merupakan golongan mayoritas.

Hanya Malaysia di Asia Tenggara yang boleh bangga akan dirinya. Mereka sedang berkembang dan kehidupan masyarakat di Malaysia semakin lama semakin membaik. Indonesia? Saya kira saya tidak perlu menjelaskan panjang lebar. Umat muslim di Indonesia sudah pasti termasuk umat muslim yang bodoh. Sementara negara-negara Islam di Timur Tengah dan kawasan Persia bisa dibilang sama saja. Mereka bodoh namun mereka begitu beruntung karena Tuhan memberikan kandungan minyak bumi yang berlimpah. Mereka bisa hidup dalam kehidupan yang begitu nyaman dan bisa dibilang sejahtera. Tapi mereka tetap saja bodoh. Hampir semua negara Islam di negara Arab dikuasai oleh pemerintah-pemerintah yang otoriter. Arab Saudi salah satu contohnya, keluarga kerajaan begitu berkuasa dan menjalankan kehidupan mereka secara berfoya-foya. Di saat yang bersamaan hanya Iran di di kawasan Persia yang mampu berdiri tegak dan bangga akan akan jati diri mereka. Iran semakin lama semakin mampu menunjukkan kemajuan pada kondisi politik dan pemerintahan mereka. Sistem politik yang dahulu begitu tertutup dan otoriter perlahan-lahan menjadi lebih terbuka dan demokrasi. Sementara tetangganya Irak seperti yang kita tahu semakin terperosok dan semakin jauh dari kesejahteraan.

Namun sayangnya dibalik kemajuan Iran dalam membangun kondisi politik dalam negeri yang lebih baik, Iran saat ini bisa dibilang secara aktif turut serta dalam proses perpecahan umat muslim di dunia. Iran membantu pemerintahan Irak yang saat ini dikuasai oleh golongan Syiah untuk melawan golongan Suni yang mendapat bantuan dari Arab Saudi. Golongan Syiah yang dahulu ditekan dan tidak mendapatkan hak yang seharusnya mereka dapatkan dibawah pemerintahan Saddam Hussein dikabarkan mendapatkan bantuan dana dan senjata dari pemerintah Iran yang ingin meningkatkan pengaruhnya di Irak. Sebuah perang yang mungkin dapat menyulut kebencian masa lalu antara bangsa Arab dan bangsa Persia. Kondisi ini membuat Amerika berada dalam posisi yang sulit karena janji untuk menciptakan sebuah negara Irak baru yang stabil menjadi sangat jauh dari kenyataan.

Di tahun 2007 ini tampaknya umat muslim belum bisa mengejar ketertinggalannya dalam waktu yang dekat. Negara-negara dunia Barat sudah begitu jauh meninggalkan kita. Penemuan-penemuan hebat di dunia tidak pernah lahir lagi dari pemikiran-pemikiran umat muslim. Mungkin umat muslim harus sabar untuk menunggu hukum alam berpihak kepada kita lagi.

Namun tanpa bermaksud untuk menerima begitu saja segala kekurangan yang umat muslim miliki, saya kira perlu dicermati bahwa dunia dan kehidupan ini selalu membutuhkan keseimbangan. Keseimbangan inilah yang membuat hidup terasa begitu indah. Apabila ada yang naik maka pada saat yang bersamaan akan ada pula yang turun. Tuhan menciptakan warna hitam dan warna putih. Ada orang yang tinggi dan ada juga orang yang pendek. Semuanya saling mengisi kekosongan satu sama lain. Apabila dahulu Cina dikenal sebagai sebuah negara yang kuno dan tertutup maka bukan rahasia bahwa Cina sekarang telah berubah menjadi sebuah kekuatan ekonomi dunia yang membuat negara sebesar dan sehebat Amerika pun ketar-ketir. Roda kehidupan memang harus terus berjalan untuk memastikan bahwa dunia tetap berada dalam keseimbangan.

Begitu juga dengan kondisi Islam saat ini. Fakta sejarah membuktikan dunia Islam pernah berjaya pada tahun 711 hingga 1492 dengan menguasai sebuah kawasan yang begitu luas dari Spanyol hingga Portugal. Dahulu para ahli dan pemikir Islam begitu hebat dan terkenal dalam membentuk sebuah peradaban manusia. Mungkin saja kemunduran Islam pada abad ke-21 ini merupakan suatu hukum alam yang memang harus dialami oleh setiap umatnya. Pertanyaannya sekarang adalah, “Berapa lama kita mau berada di bawah?”

replyplayboyislam wrote on Mar 20
Nabi Muhammad Akan Menangis

Apabila Nabi Muhammad bisa turun dari langit saat ini dan melihat dunia beserta umatnya, Beliau pasti akan meneteskan air mata. Hatinya mungkin terasa begitu pedih dan perih melihat tanah Persia diserang oleh kekuatan Barat yang begitu semena-mena menindas atas nama demokrasi. Hatinya mungkin terasa begitu sakit melihat betapa negara-negara Muslim sangat tertinggal dari negara-negara Barat dan lainnya dalam bidang ekonomi, politik, ataupun teknologi. Tapi bukan karena melihat kondisi tersebut yang paling membuat hatinya begitu terluka amat dalam. Yang membuat hati nabi Muhammad begitu terluka hingga sulit bernapas adalah ketika Beliau melihat bahwa umat Muslim saling membenci dan saling memusuhi satu sama lain. Umatnya begitu bodoh!

Tengoklah cerita dari Irak, sebuah tanah Persia yang dulu merupakan sumber kejayaan Islam dengan segudang ahli-ahlinya di bidang astronomi, sastra, matematika, dan sebagainya. Ada dua daerah bernama Adhamiya dan Khadamiya. Adhamiya ditempati orang-orang aliran Suni dan Khadamiya merupakan tempat tinggal orang-orang aliran Syiah dimana kedua wilayah ini dipisahkan oleh sungai Tigris. Beberapa waktu yang lalu mortar diluncurkan dari wilayah Adhamiya ke wilayah Khadamiya sehingga menimbulkan kekacauan yang besar di kalangan orang-orang Syiah. Tidak lama berselang giliran orang-orang Syiah dari Khadamiyah yang meluncurkan peluru-peluru mortar mereka ke arah penduduk di Adhamiyah. Bunyi letusan peluru dan teriakan panik orang-orang di Adhamiya disambut dengan tawa dan luapan kegembiraan dari masyarakat Syiah di Khadamiyah. Kondisi yang kacau balau dan keamanan yang belum stabil akhirnya membuat jembatan yang menghubungkan kedua wilayah tersebut ditutup oleh pihak yang berwenang. Cerita diatas merupakan gambaran kecil bagaimana umat muslim hidup dan berinteraksi antar sesama aliran di Irak.

Semenjak masuknya pasukan Amerika di tanah Irak, persaingan dan kebencian antara dua aliran terbesar di agama Islam menjadi begitu nyata dan semakin meruncing. Dengan semakin rumitnya kondisi perang di Irak, munculnya intrik di antara dua kubu tersebut membuat Islam sebagai sebuah agama menjadi semakin terekspos dan terpojok. Mengapa umat Islam harus saling bermusuhan?

Mari kita lihat sejarah bagaimana permusuhan ini terjadi. Suni dan Syiah. Saat ini, sekitar 90% umat muslim di dunia adalah penganut aliran Suni termasuk Indonesia di dalamnya. Sepuluh persen sisanya adalah umat muslim aliran Syiah yang terpusat di Iran. Beberapa negara di era modern lain yang memiliki mayoritas umat muslim Syiah adalah Irak, Bahrain dan Azerbaijan. Sementara negara-negara seperti Arab Saudi, Pakistan, dan Lebanon memiliki kaum Syiah sebagai golongan minoritas. Mengapa ada Islam aliran Suni dan Syiah?

Perbedaan Dalam Islam

Untuk menjawabnya kita harus kembali menengok sejarah Islam setelah peninggalan Nabi Muhammad. Perpecahan dalam agama Islam terjadi pada tahun 632 beberapa waktu setelah Nabi Muhammad meninggal dunia. Nabi Muhammad meninggal tanpa sebelumnya menunjuk siapa pemimpin umat Islam sepeninggal Beliau. Beberapa pengikutnya percaya bahwa Khalifah harus diberikan kepada keturunan Nabi Muhammad dimulai dengan saudara sepupunya yang juga anak menantu yaitu Ali bin Abi Talib. Sementara mayoritas pengikut Nabi Muhammad mendukung sahabat Nabi Abu Bakar untuk meneruskan kepemimpinan Nabi. Walau Ali tidak menjadi penerus Nabi Muhammad sebagai Khalifah pertama namun Ia akhirnya menjadi Khalifah keempat sebelum akhirnya Ia dibunuh di wilayah Kufa pada tahun 661 yang sekarang menjadi bagian dari Irak.

Perpecahan di dalam Islam akhirnya benar-benar terjadi setelah terbunuhnya Ali bin Abi Talib. Mayoritas umat muslim mendukung Gubernur Suriah ketika itu Mu’awiyah dan putranya Yazid. Sementara pendukung Ali yang kemudian dikenal dengan sebutan Syiah mendukung putra Ali bernama Hussein. Kedua kubu ini akhirnya bertemu di medan perang di dekat wilayah yang sekarang bernama Karbala di Irak pada tanggal 10 Oktober 680. Di dalam perang tersebut konon katanya Hussein diculik dan kemudian dipenggal. Namun bukannya mematikan aliran Syiah, kematian Hussein justru dijadikan sebagai simbol martir oleh pendukungnya. Sosok Hussein dilihat sebagai seorang pemimpin yang adil dan sederhana yang berani berdiri menentang ketidakadilan. Hingga saat ini hari kematian Hussein diperingati oleh umat Syiah setiap tahunnya dan peringatan itu dikenal dengan nama Ashura. Pada hari peringatan itu umat Islam Syiah akan berjalan beramai-ramai sambil memukul-mukul dada mereka dan menangis histeris. Bagi umat yang fanatik peringatan Ashura dilakukan secara ektstrim dengan melukai badan mereka dengan cambuk atau bahkan pedang.

Dengan jumlah pendukung yang begitu besar tidak heran apabila Islam Suni lebih memiliki peran di percaturan politik dunia. Hanya Iran sebagai negara pusat Islam Syiah yang memiliki kekuatan politik mutlak di negaranya sendiri. Selebihnya Islam Suni selalu mampu memiliki kekuasaan politik lebih baik bahkan di negara-negara dengan mayoritas umat Islam Syiah dengan satu pengecualian yaitu Suriah dimana mayoritas penduduknya adalah muslim Suni namun sejak tahun 1970 pemerintah dikuasai oleh sekte kecil aliran Syiah yang disebut Alawi.

Time edisi 5 Maret 2007 memberikan beberapa perbedaan mencolok antara umat Islam Suni dan umat Islam Syiah di Irak. Perbedaan-perbedaan itu ditandai melalui nama mereka, cara ibadah, mesjid atau tempat ibadah, rumah mereka, aksen bahasa, serta stiker dan atribut yang menempel pada mobil-mobil mereka. Saya hanya akan menjelaskan dua perbedaan yaitu cara ibadah dan mesjid yang mereka gunakan karena dua elemen ini adalah yang paling mencolok untuk menggambarkan perbedaan muslim Suni dan Syiah di seluruh dunia.

1. Cara Ibadah

* Umat Suni melakukan ibadah sholat dengan satu tangan diletakkan diatas tangan yang lainnya di atas perut. Sementara penganut Syiah meletakkan kedua lengan lurus kebawah. Selama sholat umat Suni dan Syiah membungkuk dan sujud dan menyentuhkan kepala mereka ke tanah. Penganut Syiah yang taat menyentuh sebuah lempengan kecil terbuat dari tanah liat yang dibuat di kota suci Najaf.
* Setiap umat Islam diwajibkan untuk melaksanakan sholat lima waktu dimana Suni memiliki lima waktu terpisah untuk melaksanakan ibadah tersebut sementara umat Islam Syiah memiliki pilihan untuk melakukannya tiga kali namun dengan men¬double dua sholat mereka pada waktu sholat pilihan mereka. Jadi misalnya Anda seorang muslim Syiah dan hari ini Anda ingin Sholat tiga waktu saja serta Anda sudah memilih untuk sholat pada waktu ashar, maghrib, dan Isya maka Anda harus sholat dua kali pada dua waktu sholat dari tiga waktu sholat yang Anda akan lakukan.
* Dalam melakukan adzan mesjid-mesjid Suni menyebut nama Allah dan Nabi Muhammad. Sementara mesjid-mesjid Syiah menambahkan nama Ali di dalam adzan mereka. Adzan dari mesjid Syiah dilakukan beberapa menit setelah adzan dari mesjid Suni.
* Muslim Suni dan Syiah tidak pernah memiliki hari raya idul fitri pada hari yang sama.
* Perayaan hari kematian Ali yang disebut Ashura selalu dianggap sebagai perayaan yang tidak pantas oleh kalangan Suni

2. Mesjid

* Mesjid-mesjid Suni hampir selalu memiliki kubah dan terkadang juga memiliki menara yang tinggi. Sementara mesjid-mesjid Syiah atau tempat ibadah yang dinamakan Husseiniyas (gabungan antara fungsi mesjid dan pusat komunitas) tidak harus memiliki kubah. Tempat-tempat ibadah umat Islam Syiah dilengkapi dengan bendera berwarna hitam dan hijau serta ruangan di dalamnya diisi dengan gambar-gambar Ali dan terkadang Hussein. Di saat yang bersamaan mesjid-mesjid umat Islam Suni cenderung memiliki warna yang kalem dan pemajangan gambar-gambar tokoh manusia dianggap sebagai tindakan yang kurang pantas.
* Para pemuka Islam Syiah biasanya memakai baju kebesaran yang lebih bervariasi dalam segi warna dan desain (biasanya menggunakan penutup kepala berwarna putih, hitam, atau hijau) sementara pemuka Islam Suni hanya memakai penutup kepala berwarna putih.

Islam Adalah Agama Yang Anti Damai?

Pertanyaannya sekarang adalah, “Apakah perbedaan-perbedaan itu dapat dijadikan sebagai dasar untuk timbulnya rasa benci dan permusuhan?” “Apakah benar Islam adalah agama yang mencintai damai ataukah Islam merupakan Agama yang menyebarkan kebencian dan amarah yang meledak-ledak?” Apabila Anda seorang muslim yang sudah bertahun-tahun hidup di Indonesia atau bahkan Anda adalah seorang muslim yang telah menghabiskan seluruh hidup Anda di Indonesia maka Anda mungkin sangat tidak setuju dengan argumen yang berpendapat bahwa Islam adalah sebuah agama barbar yang mengajarkan kaumnya untuk membunuh orang kafir. Tapi bagaimana dengan masyarakat dunia Barat yang memiliki kaum Islam sebagai masyarakat minoritas yang gerak-geriknya selalu dicurigai? Apakah masyarakat dunia Barat salah apabila mereka memiliki anggapan negatif terhadap Islam dan pengikutnya? Apakah salah apabila mereka membenci kaum muslim dan agama Islam yang mereka anggap sebagai biang keladi terjadinya peristiwa sebelas September dan aksi teror di berbagai belahan dunia?

Menjadi muslim di Indonesia memang berbeda dibandingkan dengan menjadi muslim di sebuah negara di dunia Barat. Indonesia adalah surga bagi kaum muslim karena di sinilah lebih dari 200 juta umat muslim berdomisili dan berinteraksi antar sesama. Indonesia walau bukan sebuah negara Islam tapi merupakan negara dengan jumlah pengikut Islam terbesar di dunia. Umat muslim adalah golongan mayoritas sehingga Anda dengan mudah dapat meyakinkan banyak orang bahwa Islam adalah agama yang cinta damai, no matter what! Tidak ada satu buku pun yang dijual di Gramedia atau Gunung Agung yang berisikan hal-hal buruk tentang Islam dan pengikutnya. Tidak ada satu penerbit pun yang berani mencetak dan memasarkan buku-buku seperti itu. Tapi jelas tidak seperti itu yang terjadi di negara-negara barat dimana kata Islam memiliki arti lain seperti teror dan aksi brutal.

Di salah satu jaringan toko buku terbesar di Amerika Serikat Barnes & Nobles dengan mudah ditemukan buku-buku tentang bagaimana Islam menindas perempuan di Afrika, bagaimana pejuang jihad menempelkan bom di tubuh mereka dan meledakkan pusat-pusat keramaian milik negara-negara Barat, atau juga bagaimana Islam menyuruh umatnya untuk mencambuk pasangan yang melakukan hubungan intim di luar pernikahan. Semuanya terlihat begitu kuno dan tidak masuk akal bagi mereka. Buku-buku seperti itu laris manis karena para pembaca di Amerika sangat penasaran untuk melihat wajah Islam yang sebenarnya setelah terjadinya peristiwa sebelas September. Bulan Februari yang lalu sebuah buku kontroversial tentang Islam diluncurkan ke publik Amerika yang ditulis oleh seorang aktivis hak asasi manusia yang selama ini terkenal kontroversial, Ayaan Hirsi Ali. Judul buku itu adalah Infidel. Infidel dalam bahasa inggris memiliki arti yaitu seseorang yang menentang Tuhan atau orang yang keluar dari ajaran agama, dalam budaya Islam kita mengenalnya dengan sebutan kafir.

Aryan Hirsi Ali lahir di Mogadishu, Somalia pada tanggal 13 November 1969 dan pada tahun 1992 Ia mendapatkan suaka politik dari Belanda. Ia mengambil sekolah hukum di Universitas Leiden dan menyelesaikan gelar masternya pada tahun 2000. Setelah lulus, Ia memutuskan untuk berkarir di dunia politik di Belanda dan sempat menjadi bagian dari Partai Sosial Demokrasi PvdA dan partai VVD. Karir politiknya di Belanda bisa dibilang cukup sukses namun sayang Ia akhirnya harus pergi meninggalkan Belanda pada tahun 2006 yang lalu setelah ditemukan bukti bahwa Aryan memperoleh suaka politik dari negara Belanda secara tidak sah. Saat ini Aryan hidup dan menetap di Amerika Serikat. Selama bergelut di dunia politik dan hak asasi manusia nama Aryan Hirsi Ali bisa dibilang cukup sensasional. Ia bahkan dinobatkan oleh majalah Time pada tahun 2005 sebagai salah satu dari 100 manusia paling berpengaruh di dunia. Aryan Hirsi Ali sangat terkenal lantaran keberaniannya dalam mengkritisi ajaran Islam, Nabi Muhammad, dan para tokoh Islam dunia. Pada tahun 2004 Ia menulis naskah sebuah film pendek berjudul Submission yang disutradarai oleh Theo Van Gogh. Film tersebut sangat provokatif bagi sebagian besar umat muslim dunia. Seorang perempuan dengan pakaian serba tertutup namun bagian depan tubuhnya hanya ditutupi oleh bahan transparan yang memperlihatkan lekuk tubuhnya berbicara dalam bahasa inggris dan menceritakan bagaimana pengalaman sedihnya menjadi seorang perempuan di dalam keluarga Islam. Tokoh di dalam film itu digambarkan sebagai seorang perempuan yang mengalami ketidakadilan di dalam Islam. Tubuhnya disiksa terus-menerus dan jiwanya disakiti tidak hanya oleh suaminya yang semena-mena namun juga oleh agama, budaya dan lingkungan sekitarnya. Film tersebut menjadi lebih provokatif karena ayat-ayat Al-Quran dituliskan di atas tubuh tokoh perempuan tersebut seolah-olah Islam membenarkan kekerasan yang dilakukan terhadap kaum perempuan di seluruh dunia. Film ini mendapat tentangan yang sangat hebat dari kalangan umat muslim dunia, bahkan sang sutradara akhirnya dibunuh oleh seorang ekstrimis pada tanggal 2 November 2004.

Saya sempat membaca buku Infidel karangan Aryan Hirsi Ali tersebut di dalam salah satu toko buku Barnes and Nobles di wilayah Maryland, Amerika Serikat. Saya sangat tertarik untuk membacanya karena judul dan topiknya yang cukup menggoda namun tidak berniat untuk membelinya karena saya sudah memiliki terlalu banyak buku yang belum sempat dibaca. Akhirnya saya memutuskan untuk ikut duduk di atas karpet di sebelah sebuah rak yang penuh dengan buku-buku tebal seperti yang dilakukan oleh para pengunjung lainnya. Ketika itu saya hanya sempat membaca satu bab yang berjudul Leaving God atau meninggalkan Tuhan. Di dalam bab itu Aryan Hirsi Ali menggambarkan dirinya ketika berada dalam posisi yang limbung dan bingung. Ia mulai mempertanyakan kepercayaannya terhadap Tuhan dan agama yang selama ini Ia peluk. Setelah peristiwa sebelas September Ia merasa semakin tidak yakin akan Islam dan ajarannya, Aryan merasa sangat terganggu mengetahui fakta bahwa para pelaku pembajakan pesawat pada 11 September 2001 adalah penganut Islam dan mereka melakukan aksi teror itu atas nama Tuhan dan Islam. Akhirnya pada satu kesempatan di tahun 2003, Aryan Hirsi Ali menyadari bahwa dirinya bukanlah seorang muslim yang selama ini tertera di kartu identitasnya. “Aku seorang atheis,” ujarnya.

Selang beberapa hari saya kembali mengunjungi toko buku yang sama dengan maksud untuk melanjutkan bacaan saya. Namun setelah menghabiskan lebih dari 15 menit saya tidak kunjung menemukan buku yang saya cari, saya pun mendatangi salah seorang karyawan di toko tersebut dan menanyakan dimana mereka menempatkan buku yang sedang saya cari. Dengan senyum yang ramah seorang perempuan berumur 40-an berujar, “I’m so sorry but the book is sold out. New books are coming soon. But I’m so happy that you asked about the book, as a woman.” Perempuan tersebut dengan jelas mendukung buku yang ditulis Aryan Hirsi Ali dan menganggapnya sebagai salah satu bentuk perjuangan perempuan melawan ketidakadilan. Ketidakadilan yang diciptakan oleh Islam! Pandangan perempuan ini bisa jadi mewakili pandangan berjuta-juta perempuan dan masyarakat dunia Barat terhadap Islam. Anda sebagai muslim di sebuah negara seperti Indonesia mungkin akan marah dan merasa terhina atas perlakuan dunia barat dalam memandang Islam dan ajarannya. Namun mungkin Anda juga dapat memahami bahwa pandangan yang mereka miliki merupakan suatu hal yang lumrah di dalam sebuah dunia dimana persamaan hak antar kaum pria dan perempuan begitu dijunjung tinggi dan kebebasan berbicara merupakan suatu kekayaan nasional yang dilindungi hukum. Ya, memang benar bahwa negara sebesar Amerika Serikat pun belum pernah memiliki seorang presiden perempuan setelah lebih dari 200 tahun masa kemerdekaan, namun di Amerika Serikat Anda tidak akan pernah bisa menemukan seorang pria beristrikan lebih dari dua orang membuat sebuah ajang penghargaan kepada para suami yang mempraktekan poligami!

Apa yang salah dengan Islam?

Bagi kalangan anti Islam seperti Aryan Hirsi Ali, kondisi yang terjadi di Irak saat ini atau kondisi di berbagai negara Islam dimana perempuan adalah manusia kelas dua bukanlah akibat rendahnya tingkat kesejahteraan dan pendidikan. Bagi mereka jawabannya terletak pada ajaran Islam itu sendiri. Mereka percaya bahwa memang ada yang salah dari ajaran Islam dan ajaran tersebut lah yang melakukan penindasan semena-mena terhadap berjuta-juta umat manusia di dunia. Sementara di lain sisi tokoh-tokoh Islam di kancah percaturan politik dunia selalu menggunakan kata welfare dan education sebagai alasan paling rasional untuk menjawab pertanyaan mengapa para pemuda di Palestina, Irak, dan Somalia begitu rentan akan hasutan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengangkat senjata dan melakukan aksi kekerasan.

Nama saya adalah Tasa Nugraza Barley dan saya dengan bangga menyatakan bahwa saya adalah seorang muslim. Saya bangga menjadi bagian dari sebuah agama yang hebat ini. Walau hingga saat ini saya belum berani menyatakan bahwa diri saya adalah seorang yang religius tapi saya berani dan yakin mengatakan bahwa tidak ada yang salah dengan agama ini. Yang salah adalah kita sebagai umat yang menganutnya. Kita memang terlalu bodoh dan tidak mampu memanfaatkan kehebatan dari sebuah agama yang telah diturunkan oleh Tuhan ke dunia ini. Saya cukup yakin bahwa sesungguhnya nabi Muhammad memiliki maksud tersendiri untuk tidak menyebutkan siapa pengganti dirinya apabila beliau meninggal dunia. Mungkin alasan beliau melakukan itu adalah karena beliau tidak ingin Islam memiliki pemimpin sehingga membirokrasikan Islam dan menjadikannya sebagai sebuah alat untuk memperoleh kekuasaan. Mungkin Nabi Muhammad hanya ingin Islam menjadi sebuah way of life atau jalan hidup bagi setiap penganutnya dalam menjalankan aktifitas mereka sehari-hari. Mungkin nabi Muhammad tidak ingin Islam dijadikan sebagai sebuah alasan bagi terjadinya perebutan tahta dan pertumpahan darah demi memperoleh pengaruh dalam dunia Islam. Namun, kita umatnya justru saling membenci dan merepresentasikan ajaran Islam sedemikian rupa demi memperoleh keinginan kita masing-masing. Para pemimpin dalam dunia Islam tahu bahwa agama, budaya, politik, dan ekonomi adalah elemen-elemen kehidupan yang saling mempengaruhi satu sama lainnya dan mereka seringkali memutarbalikannya sehingga para pengikut mereka jadi bimbang dan mudah dipengaruhi. Satu contoh bagaimana agama dan elemen-elemen lain dalam kehidupan saling mempengaruhi satu sama lain: Apakah pakaian terusan berwarna putih yang dipakai oleh para pria di daerah timur tengah adalah ajaran Islam? Apakah bahasa arab adalah bahasa Tuhan? Kalau Anda menjawab tidak, lalu mengapa para kyai dan ustads di Indonesia selalu menggunakan pakaian kebesaran bangsa Arab tersebut dalam memberikan ceramah mereka? Apakah dengan melakukan itu mereka dapat lebih dipercaya dan religius? Lalu kalau memang bahasa Arab bukanlah bahasa Islam atau bahasa Tuhan mengapa bahasa Arab dipandang begitu indah dan sakral? Mengapa anak-anak di sekolah dasar selalu diajarkan berdoa dalam bahasa Arab sebelum mereka makan atau tidur? Apakah Tuhan adalah seorang Arab? Keterkaitan agama dengan elemen-elemen lain di dunia seperti inilah yang sering kali digunakan oleh para pemimpin di dunia Islam dalam mempengaruhi umat muslim untuk mengikuti kemauan mereka.

Apabila Aryan Hirsi Ali dan para pendukung anti Islam percaya bahwa ajaran Islam adalah ajaran yang salah maka saya setuju apabila kesejahteraan merupakan alasan paling rasional untuk menjawab pertanyaan mengapa begitu banyak umat muslim yang menjalankan kehidupan mereka dengan penuh kekerasan dan kemunafikan. Kenyataan bahwa begitu banyak negara Islam yang berada di bawah garis kemiskinan merupakan suatu contoh nyata mengapa begitu banyak kalangan yang merepresentasikan ajaran Islam secara salah. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa agama merupakan salah satu unsur dalam kehidupan manusia yang dipengaruhi dan mempengaruhi unsur-unsur lainnya, maka perut yang lapar akan mempengaruhi seseorang dalam memandang agamanya. Begitu pula otak yang bodoh akan dengan mudah dihasut dan diperbudak oleh kepentingan-kepentingan dari golongan tertentu.

Hukum Alam

Kemunduran Islam di seluruh dunia bisa jadi merupakan suatu hukum alam yang memang harus dialami oleh setiap umat muslim. Ketidakberdayaan negara-negara Islam dalam pentas dunia memang terasa begitu memalukan bagi sebuah agama yang memiliki pengikut lebih dari 1,6 milliar orang. Negara-negara Islam di Afrika sudah sejak lama dianggap sebagai kumpulan orang bodoh yang tidak memiliki rasa kemanusiaan dan keadilan. Negara-negara Islam di Afrika sudah begitu lama terpuruk dalam kemiskinan dan perang saudara yang begitu menyedihkan. Negara-negara Islam di Asia juga tidak kalah bodohnya. Pakistan, sebuah negara yang menggunakan hukum Islam, di Asia Selatan jelas bukan sebuah negara Islam yang bisa dibanggakan. Saya kebetulan pernah hidup di Pakistan dari tahun 1997 hingga 2000, dan saya bisa yakinkan Anda bahwa Pakistan bukanlah sebuah negara yang patut dicontoh. Selama tiga tahun hidup di Pakistan yang saya tahu bagaimana Pakistan menjalankan hukum, yang katanya adalah hukum Islam, adalah bagaimana setiap harinya perempuan Pakistan disiksa dan dilecehkan. Perempuan menjadi manusia kelas dua di Pakistan, mereka tidak memperoleh hak yang setara hampir di seluruh aspek kehidupan di Pakistan. Sesuatu hal yang sangat ironis di sebuah negara yang menjadi salah satu dari sedikit negara-negara di dunia yang pernah memiliki seorang presiden perempuan. Pemerintah Pakistan menjalankan sistem pemerintahan yang bisa dibilang otoriterisme. Contohnya bisa dilihat bagaimana Presiden Pakistan saat ini Pervez Musharaf yang memperoleh kekuasaannya melalui proses kudeta tidak kunjung mau lengser padahal ketika baru menjadi presiden Ia berjanji bahwa kekuasaannya bersifat sementara dan akan segera menyelenggarakan pemilu. Saat ini Pakistan secara memalukan menjadi “budak” Amerika Serikat dalam memerangi terorisme di Afghanistan yang sayangnya juga merupakan sebuah negara Muslim. Sementara walau India memiliki jumlah umat muslim melebihi total umat muslim di Pakistan tapi jelas mereka tidak memiliki kekuatan di pemerintahan yang dikuasai oleh umat Hindu yang merupakan golongan mayoritas.

Hanya Malaysia di Asia Tenggara yang boleh bangga akan dirinya. Mereka sedang berkembang dan kehidupan masyarakat di Malaysia semakin lama semakin membaik. Indonesia? Saya kira saya tidak perlu menjelaskan panjang lebar. Umat muslim di Indonesia sudah pasti termasuk umat muslim yang bodoh. Sementara negara-negara Islam di Timur Tengah dan kawasan Persia bisa dibilang sama saja. Mereka bodoh namun mereka begitu beruntung karena Tuhan memberikan kandungan minyak bumi yang berlimpah. Mereka bisa hidup dalam kehidupan yang begitu nyaman dan bisa dibilang sejahtera. Tapi mereka tetap saja bodoh. Hampir semua negara Islam di negara Arab dikuasai oleh pemerintah-pemerintah yang otoriter. Arab Saudi salah satu contohnya, keluarga kerajaan begitu berkuasa dan menjalankan kehidupan mereka secara berfoya-foya. Di saat yang bersamaan hanya Iran di di kawasan Persia yang mampu berdiri tegak dan bangga akan akan jati diri mereka. Iran semakin lama semakin mampu menunjukkan kemajuan pada kondisi politik dan pemerintahan mereka. Sistem politik yang dahulu begitu tertutup dan otoriter perlahan-lahan menjadi lebih terbuka dan demokrasi. Sementara tetangganya Irak seperti yang kita tahu semakin terperosok dan semakin jauh dari kesejahteraan.

Namun sayangnya dibalik kemajuan Iran dalam membangun kondisi politik dalam negeri yang lebih baik, Iran saat ini bisa dibilang secara aktif turut serta dalam proses perpecahan umat muslim di dunia. Iran membantu pemerintahan Irak yang saat ini dikuasai oleh golongan Syiah untuk melawan golongan Suni yang mendapat bantuan dari Arab Saudi. Golongan Syiah yang dahulu ditekan dan tidak mendapatkan hak yang seharusnya mereka dapatkan dibawah pemerintahan Saddam Hussein dikabarkan mendapatkan bantuan dana dan senjata dari pemerintah Iran yang ingin meningkatkan pengaruhnya di Irak. Sebuah perang yang mungkin dapat menyulut kebencian masa lalu antara bangsa Arab dan bangsa Persia. Kondisi ini membuat Amerika berada dalam posisi yang sulit karena janji untuk menciptakan sebuah negara Irak baru yang stabil menjadi sangat jauh dari kenyataan.

Di tahun 2007 ini tampaknya umat muslim belum bisa mengejar ketertinggalannya dalam waktu yang dekat. Negara-negara dunia Barat sudah begitu jauh meninggalkan kita. Penemuan-penemuan hebat di dunia tidak pernah lahir lagi dari pemikiran-pemikiran umat muslim. Mungkin umat muslim harus sabar untuk menunggu hukum alam berpihak kepada kita lagi.

Namun tanpa bermaksud untuk menerima begitu saja segala kekurangan yang umat muslim miliki, saya kira perlu dicermati bahwa dunia dan kehidupan ini selalu membutuhkan keseimbangan. Keseimbangan inilah yang membuat hidup terasa begitu indah. Apabila ada yang naik maka pada saat yang bersamaan akan ada pula yang turun. Tuhan menciptakan warna hitam dan warna putih. Ada orang yang tinggi dan ada juga orang yang pendek. Semuanya saling mengisi kekosongan satu sama lain. Apabila dahulu Cina dikenal sebagai sebuah negara yang kuno dan tertutup maka bukan rahasia bahwa Cina sekarang telah berubah menjadi sebuah kekuatan ekonomi dunia yang membuat negara sebesar dan sehebat Amerika pun ketar-ketir. Roda kehidupan memang harus terus berjalan untuk memastikan bahwa dunia tetap berada dalam keseimbangan.

Begitu juga dengan kondisi Islam saat ini. Fakta sejarah membuktikan dunia Islam pernah berjaya pada tahun 711 hingga 1492 dengan menguasai sebuah kawasan yang begitu luas dari Spanyol hingga Portugal. Dahulu para ahli dan pemikir Islam begitu hebat dan terkenal dalam membentuk sebuah peradaban manusia. Mungkin saja kemunduran Islam pada abad ke-21 ini merupakan suatu hukum alam yang memang harus dialami oleh setiap umatnya. Pertanyaannya sekarang adalah, “Berapa lama kita mau berada di bawah?”

replyplayboyislam wrote on Mar 20
Nabi Muhammad Akan Menangis

Apabila Nabi Muhammad bisa turun dari langit saat ini dan melihat dunia beserta umatnya, Beliau pasti akan meneteskan air mata. Hatinya mungkin terasa begitu pedih dan perih melihat tanah Persia diserang oleh kekuatan Barat yang begitu semena-mena menindas atas nama demokrasi. Hatinya mungkin terasa begitu sakit melihat betapa negara-negara Muslim sangat tertinggal dari negara-negara Barat dan lainnya dalam bidang ekonomi, politik, ataupun teknologi. Tapi bukan karena melihat kondisi tersebut yang paling membuat hatinya begitu terluka amat dalam. Yang membuat hati nabi Muhammad begitu terluka hingga sulit bernapas adalah ketika Beliau melihat bahwa umat Muslim saling membenci dan saling memusuhi satu sama lain. Umatnya begitu bodoh!

Tengoklah cerita dari Irak, sebuah tanah Persia yang dulu merupakan sumber kejayaan Islam dengan segudang ahli-ahlinya di bidang astronomi, sastra, matematika, dan sebagainya. Ada dua daerah bernama Adhamiya dan Khadamiya. Adhamiya ditempati orang-orang aliran Suni dan Khadamiya merupakan tempat tinggal orang-orang aliran Syiah dimana kedua wilayah ini dipisahkan oleh sungai Tigris. Beberapa waktu yang lalu mortar diluncurkan dari wilayah Adhamiya ke wilayah Khadamiya sehingga menimbulkan kekacauan yang besar di kalangan orang-orang Syiah. Tidak lama berselang giliran orang-orang Syiah dari Khadamiyah yang meluncurkan peluru-peluru mortar mereka ke arah penduduk di Adhamiyah. Bunyi letusan peluru dan teriakan panik orang-orang di Adhamiya disambut dengan tawa dan luapan kegembiraan dari masyarakat Syiah di Khadamiyah. Kondisi yang kacau balau dan keamanan yang belum stabil akhirnya membuat jembatan yang menghubungkan kedua wilayah tersebut ditutup oleh pihak yang berwenang. Cerita diatas merupakan gambaran kecil bagaimana umat muslim hidup dan berinteraksi antar sesama aliran di Irak.





Apabila Nabi Muhammad bisa turun dari langit saat ini dan melihat dunia beserta umatnya, Beliau pasti akan meneteskan air mata. Hatinya mungkin terasa begitu pedih dan perih melihat tanah Persia diserang oleh kekuatan Barat yang begitu semena-mena menindas atas nama demokrasi. Hatinya mungkin terasa begitu sakit melihat betapa negara-negara Muslim sangat tertinggal dari negara-negara Barat dan lainnya dalam bidang ekonomi, politik, ataupun teknologi. Tapi bukan karena melihat kondisi tersebut yang paling membuat hatinya begitu terluka amat dalam. Yang membuat hati nabi Muhammad begitu terluka hingga sulit bernapas adalah ketika Beliau melihat bahwa umat Muslim saling membenci dan saling memusuhi satu sama lain. Umatnya begitu bodoh!

Tengoklah cerita dari Irak, sebuah tanah Persia yang dulu merupakan sumber kejayaan Islam dengan segudang ahli-ahlinya di bidang astronomi, sastra, matematika, dan sebagainya. Ada dua daerah bernama Adhamiya dan Khadamiya. Adhamiya ditempati orang-orang aliran Suni dan Khadamiya merupakan tempat tinggal orang-orang aliran Syiah dimana kedua wilayah ini dipisahkan oleh sungai Tigris. Beberapa waktu yang lalu mortar diluncurkan dari wilayah Adhamiya ke wilayah Khadamiya sehingga menimbulkan kekacauan yang besar di kalangan orang-orang Syiah. Tidak lama berselang giliran orang-orang Syiah dari Khadamiyah yang meluncurkan peluru-peluru mortar mereka ke arah penduduk di Adhamiyah. Bunyi letusan peluru dan teriakan panik orang-orang di Adhamiya disambut dengan tawa dan luapan kegembiraan dari masyarakat Syiah di Khadamiyah. Kondisi yang kacau balau dan keamanan yang belum stabil akhirnya membuat jembatan yang menghubungkan kedua wilayah tersebut ditutup oleh pihak yang berwenang. Cerita diatas merupakan gambaran kecil bagaimana umat muslim hidup dan berinteraksi antar sesama aliran di Irak.

Semenjak masuknya pasukan Amerika di tanah Irak, persaingan dan kebencian antara dua aliran terbesar di agama Islam menjadi begitu nyata dan semakin meruncing. Dengan semakin rumitnya kondisi perang di Irak, munculnya intrik di antara dua kubu tersebut membuat Islam sebagai sebuah agama menjadi semakin terekspos dan terpojok. Mengapa umat Islam harus saling bermusuhan?

Mari kita lihat sejarah bagaimana permusuhan ini terjadi. Suni dan Syiah. Saat ini, sekitar 90% umat muslim di dunia adalah penganut aliran Suni termasuk Indonesia di dalamnya. Sepuluh persen sisanya adalah umat muslim aliran Syiah yang terpusat di Iran. Beberapa negara di era modern lain yang memiliki mayoritas umat muslim Syiah adalah Irak, Bahrain dan Azerbaijan. Sementara negara-negara seperti Arab Saudi, Pakistan, dan Lebanon memiliki kaum Syiah sebagai golongan minoritas. Mengapa ada Islam aliran Suni dan Syiah?

Perbedaan Dalam Islam

Untuk menjawabnya kita harus kembali menengok sejarah Islam setelah peninggalan Nabi Muhammad. Perpecahan dalam agama Islam terjadi pada tahun 632 beberapa waktu setelah Nabi Muhammad meninggal dunia. Nabi Muhammad meninggal tanpa sebelumnya menunjuk siapa pemimpin umat Islam sepeninggal Beliau. Beberapa pengikutnya percaya bahwa Khalifah harus diberikan kepada keturunan Nabi Muhammad dimulai dengan saudara sepupunya yang juga anak menantu yaitu Ali bin Abi Talib. Sementara mayoritas pengikut Nabi Muhammad mendukung sahabat Nabi Abu Bakar untuk meneruskan kepemimpinan Nabi. Walau Ali tidak menjadi penerus Nabi Muhammad sebagai Khalifah pertama namun Ia akhirnya menjadi Khalifah keempat sebelum akhirnya Ia dibunuh di wilayah Kufa pada tahun 661 yang sekarang menjadi bagian dari Irak.

Perpecahan di dalam Islam akhirnya benar-benar terjadi setelah terbunuhnya Ali bin Abi Talib. Mayoritas umat muslim mendukung Gubernur Suriah ketika itu Mu’awiyah dan putranya Yazid. Sementara pendukung Ali yang kemudian dikenal dengan sebutan Syiah mendukung putra Ali bernama Hussein. Kedua kubu ini akhirnya bertemu di medan perang di dekat wilayah yang sekarang bernama Karbala di Irak pada tanggal 10 Oktober 680. Di dalam perang tersebut konon katanya Hussein diculik dan kemudian dipenggal. Namun bukannya mematikan aliran Syiah, kematian Hussein justru dijadikan sebagai simbol martir oleh pendukungnya. Sosok Hussein dilihat sebagai seorang pemimpin yang adil dan sederhana yang berani berdiri menentang ketidakadilan. Hingga saat ini hari kematian Hussein diperingati oleh umat Syiah setiap tahunnya dan peringatan itu dikenal dengan nama Ashura. Pada hari peringatan itu umat Islam Syiah akan berjalan beramai-ramai sambil memukul-mukul dada mereka dan menangis histeris. Bagi umat yang fanatik peringatan Ashura dilakukan secara ektstrim dengan melukai badan mereka dengan cambuk atau bahkan pedang.

Dengan jumlah pendukung yang begitu besar tidak heran apabila Islam Suni lebih memiliki peran di percaturan politik dunia. Hanya Iran sebagai negara pusat Islam Syiah yang memiliki kekuatan politik mutlak di negaranya sendiri. Selebihnya Islam Suni selalu mampu memiliki kekuasaan politik lebih baik bahkan di negara-negara dengan mayoritas umat Islam Syiah dengan satu pengecualian yaitu Suriah dimana mayoritas penduduknya adalah muslim Suni namun sejak tahun 1970 pemerintah dikuasai oleh sekte kecil aliran Syiah yang disebut Alawi.

Time edisi 5 Maret 2007 memberikan beberapa perbedaan mencolok antara umat Islam Suni dan umat Islam Syiah di Irak. Perbedaan-perbedaan itu ditandai melalui nama mereka, cara ibadah, mesjid atau tempat ibadah, rumah mereka, aksen bahasa, serta stiker dan atribut yang menempel pada mobil-mobil mereka. Saya hanya akan menjelaskan dua perbedaan yaitu cara ibadah dan mesjid yang mereka gunakan karena dua elemen ini adalah yang paling mencolok untuk menggambarkan perbedaan muslim Suni dan Syiah di seluruh dunia.

1. Cara Ibadah

* Umat Suni melakukan ibadah sholat dengan satu tangan diletakkan diatas tangan yang lainnya di atas perut. Sementara penganut Syiah meletakkan kedua lengan lurus kebawah. Selama sholat umat Suni dan Syiah membungkuk dan sujud dan menyentuhkan kepala mereka ke tanah. Penganut Syiah yang taat menyentuh sebuah lempengan kecil terbuat dari tanah liat yang dibuat di kota suci Najaf.
* Setiap umat Islam diwajibkan untuk melaksanakan sholat lima waktu dimana Suni memiliki lima waktu terpisah untuk melaksanakan ibadah tersebut sementara umat Islam Syiah memiliki pilihan untuk melakukannya tiga kali namun dengan men¬double dua sholat mereka pada waktu sholat pilihan mereka. Jadi misalnya Anda seorang muslim Syiah dan hari ini Anda ingin Sholat tiga waktu saja serta Anda sudah memilih untuk sholat pada waktu ashar, maghrib, dan Isya maka Anda harus sholat dua kali pada dua waktu sholat dari tiga waktu sholat yang Anda akan lakukan.
* Dalam melakukan adzan mesjid-mesjid Suni menyebut nama Allah dan Nabi Muhammad. Sementara mesjid-mesjid Syiah menambahkan nama Ali di dalam adzan mereka. Adzan dari mesjid Syiah dilakukan beberapa menit setelah adzan dari mesjid Suni.
* Muslim Suni dan Syiah tidak pernah memiliki hari raya idul fitri pada hari yang sama.
* Perayaan hari kematian Ali yang disebut Ashura selalu dianggap sebagai perayaan yang tidak pantas oleh kalangan Suni

2. Mesjid

* Mesjid-mesjid Suni hampir selalu memiliki kubah dan terkadang juga memiliki menara yang tinggi. Sementara mesjid-mesjid Syiah atau tempat ibadah yang dinamakan Husseiniyas (gabungan antara fungsi mesjid dan pusat komunitas) tidak harus memiliki kubah. Tempat-tempat ibadah umat Islam Syiah dilengkapi dengan bendera berwarna hitam dan hijau serta ruangan di dalamnya diisi dengan gambar-gambar Ali dan terkadang Hussein. Di saat yang bersamaan mesjid-mesjid umat Islam Suni cenderung memiliki warna yang kalem dan pemajangan gambar-gambar tokoh manusia dianggap sebagai tindakan yang kurang pantas.
* Para pemuka Islam Syiah biasanya memakai baju kebesaran yang lebih bervariasi dalam segi warna dan desain (biasanya menggunakan penutup kepala berwarna putih, hitam, atau hijau) sementara pemuka Islam Suni hanya memakai penutup kepala berwarna putih.

Islam Adalah Agama Yang Anti Damai?

Pertanyaannya sekarang adalah, “Apakah perbedaan-perbedaan itu dapat dijadikan sebagai dasar untuk timbulnya rasa benci dan permusuhan?” “Apakah benar Islam adalah agama yang mencintai damai ataukah Islam merupakan Agama yang menyebarkan kebencian dan amarah yang meledak-ledak?” Apabila Anda seorang muslim yang sudah bertahun-tahun hidup di Indonesia atau bahkan Anda adalah seorang muslim yang telah menghabiskan seluruh hidup Anda di Indonesia maka Anda mungkin sangat tidak setuju dengan argumen yang berpendapat bahwa Islam adalah sebuah agama barbar yang mengajarkan kaumnya untuk membunuh orang kafir. Tapi bagaimana dengan masyarakat dunia Barat yang memiliki kaum Islam sebagai masyarakat minoritas yang gerak-geriknya selalu dicurigai? Apakah masyarakat dunia Barat salah apabila mereka memiliki anggapan negatif terhadap Islam dan pengikutnya? Apakah salah apabila mereka membenci kaum muslim dan agama Islam yang mereka anggap sebagai biang keladi terjadinya peristiwa sebelas September dan aksi teror di berbagai belahan dunia?

Menjadi muslim di Indonesia memang berbeda dibandingkan dengan menjadi muslim di sebuah negara di dunia Barat. Indonesia adalah surga bagi kaum muslim karena di sinilah lebih dari 200 juta umat muslim berdomisili dan berinteraksi antar sesama. Indonesia walau bukan sebuah negara Islam tapi merupakan negara dengan jumlah pengikut Islam terbesar di dunia. Umat muslim adalah golongan mayoritas sehingga Anda dengan mudah dapat meyakinkan banyak orang bahwa Islam adalah agama yang cinta damai, no matter what! Tidak ada satu buku pun yang dijual di Gramedia atau Gunung Agung yang berisikan hal-hal buruk tentang Islam dan pengikutnya. Tidak ada satu penerbit pun yang berani mencetak dan memasarkan buku-buku seperti itu. Tapi jelas tidak seperti itu yang terjadi di negara-negara barat dimana kata Islam memiliki arti lain seperti teror dan aksi brutal.

Di salah satu jaringan toko buku terbesar di Amerika Serikat Barnes & Nobles dengan mudah ditemukan buku-buku tentang bagaimana Islam menindas perempuan di Afrika, bagaimana pejuang jihad menempelkan bom di tubuh mereka dan meledakkan pusat-pusat keramaian milik negara-negara Barat, atau juga bagaimana Islam menyuruh umatnya untuk mencambuk pasangan yang melakukan hubungan intim di luar pernikahan. Semuanya terlihat begitu kuno dan tidak masuk akal bagi mereka. Buku-buku seperti itu laris manis karena para pembaca di Amerika sangat penasaran untuk melihat wajah Islam yang sebenarnya setelah terjadinya peristiwa sebelas September. Bulan Februari yang lalu sebuah buku kontroversial tentang Islam diluncurkan ke publik Amerika yang ditulis oleh seorang aktivis hak asasi manusia yang selama ini terkenal kontroversial, Ayaan Hirsi Ali. Judul buku itu adalah Infidel. Infidel dalam bahasa inggris memiliki arti yaitu seseorang yang menentang Tuhan atau orang yang keluar dari ajaran agama, dalam budaya Islam kita mengenalnya dengan sebutan kafir.

Aryan Hirsi Ali lahir di Mogadishu, Somalia pada tanggal 13 November 1969 dan pada tahun 1992 Ia mendapatkan suaka politik dari Belanda. Ia mengambil sekolah hukum di Universitas Leiden dan menyelesaikan gelar masternya pada tahun 2000. Setelah lulus, Ia memutuskan untuk berkarir di dunia politik di Belanda dan sempat menjadi bagian dari Partai Sosial Demokrasi PvdA dan partai VVD. Karir politiknya di Belanda bisa dibilang cukup sukses namun sayang Ia akhirnya harus pergi meninggalkan Belanda pada tahun 2006 yang lalu setelah ditemukan bukti bahwa Aryan memperoleh suaka politik dari negara Belanda secara tidak sah. Saat ini Aryan hidup dan menetap di Amerika Serikat. Selama bergelut di dunia politik dan hak asasi manusia nama Aryan Hirsi Ali bisa dibilang cukup sensasional. Ia bahkan dinobatkan oleh majalah Time pada tahun 2005 sebagai salah satu dari 100 manusia paling berpengaruh di dunia. Aryan Hirsi Ali sangat terkenal lantaran keberaniannya dalam mengkritisi ajaran Islam, Nabi Muhammad, dan para tokoh Islam dunia. Pada tahun 2004 Ia menulis naskah sebuah film pendek berjudul Submission yang disutradarai oleh Theo Van Gogh. Film tersebut sangat provokatif bagi sebagian besar umat muslim dunia. Seorang perempuan dengan pakaian serba tertutup namun bagian depan tubuhnya hanya ditutupi oleh bahan transparan yang memperlihatkan lekuk tubuhnya berbicara dalam bahasa inggris dan menceritakan bagaimana pengalaman sedihnya menjadi seorang perempuan di dalam keluarga Islam. Tokoh di dalam film itu digambarkan sebagai seorang perempuan yang mengalami ketidakadilan di dalam Islam. Tubuhnya disiksa terus-menerus dan jiwanya disakiti tidak hanya oleh suaminya yang semena-mena namun juga oleh agama, budaya dan lingkungan sekitarnya. Film tersebut menjadi lebih provokatif karena ayat-ayat Al-Quran dituliskan di atas tubuh tokoh perempuan tersebut seolah-olah Islam membenarkan kekerasan yang dilakukan terhadap kaum perempuan di seluruh dunia. Film ini mendapat tentangan yang sangat hebat dari kalangan umat muslim dunia, bahkan sang sutradara akhirnya dibunuh oleh seorang ekstrimis pada tanggal 2 November 2004.

Saya sempat membaca buku Infidel karangan Aryan Hirsi Ali tersebut di dalam salah satu toko buku Barnes and Nobles di wilayah Maryland, Amerika Serikat. Saya sangat tertarik untuk membacanya karena judul dan topiknya yang cukup menggoda namun tidak berniat untuk membelinya karena saya sudah memiliki terlalu banyak buku yang belum sempat dibaca. Akhirnya saya memutuskan untuk ikut duduk di atas karpet di sebelah sebuah rak yang penuh dengan buku-buku tebal seperti yang dilakukan oleh para pengunjung lainnya. Ketika itu saya hanya sempat membaca satu bab yang berjudul Leaving God atau meninggalkan Tuhan. Di dalam bab itu Aryan Hirsi Ali menggambarkan dirinya ketika berada dalam posisi yang limbung dan bingung. Ia mulai mempertanyakan kepercayaannya terhadap Tuhan dan agama yang selama ini Ia peluk. Setelah peristiwa sebelas September Ia merasa semakin tidak yakin akan Islam dan ajarannya, Aryan merasa sangat terganggu mengetahui fakta bahwa para pelaku pembajakan pesawat pada 11 September 2001 adalah penganut Islam dan mereka melakukan aksi teror itu atas nama Tuhan dan Islam. Akhirnya pada satu kesempatan di tahun 2003, Aryan Hirsi Ali menyadari bahwa dirinya bukanlah seorang muslim yang selama ini tertera di kartu identitasnya. “Aku seorang atheis,” ujarnya.

Selang beberapa hari saya kembali mengunjungi toko buku yang sama dengan maksud untuk melanjutkan bacaan saya. Namun setelah menghabiskan lebih dari 15 menit saya tidak kunjung menemukan buku yang saya cari, saya pun mendatangi salah seorang karyawan di toko tersebut dan menanyakan dimana mereka menempatkan buku yang sedang saya cari. Dengan senyum yang ramah seorang perempuan berumur 40-an berujar, “I’m so sorry but the book is sold out. New books are coming soon. But I’m so happy that you asked about the book, as a woman.” Perempuan tersebut dengan jelas mendukung buku yang ditulis Aryan Hirsi Ali dan menganggapnya sebagai salah satu bentuk perjuangan perempuan melawan ketidakadilan. Ketidakadilan yang diciptakan oleh Islam! Pandangan perempuan ini bisa jadi mewakili pandangan berjuta-juta perempuan dan masyarakat dunia Barat terhadap Islam. Anda sebagai muslim di sebuah negara seperti Indonesia mungkin akan marah dan merasa terhina atas perlakuan dunia barat dalam memandang Islam dan ajarannya. Namun mungkin Anda juga dapat memahami bahwa pandangan yang mereka miliki merupakan suatu hal yang lumrah di dalam sebuah dunia dimana persamaan hak antar kaum pria dan perempuan begitu dijunjung tinggi dan kebebasan berbicara merupakan suatu kekayaan nasional yang dilindungi hukum. Ya, memang benar bahwa negara sebesar Amerika Serikat pun belum pernah memiliki seorang presiden perempuan setelah lebih dari 200 tahun masa kemerdekaan, namun di Amerika Serikat Anda tidak akan pernah bisa menemukan seorang pria beristrikan lebih dari dua orang membuat sebuah ajang penghargaan kepada para suami yang mempraktekan poligami!

Apa yang salah dengan Islam?

Bagi kalangan anti Islam seperti Aryan Hirsi Ali, kondisi yang terjadi di Irak saat ini atau kondisi di berbagai negara Islam dimana perempuan adalah manusia kelas dua bukanlah akibat rendahnya tingkat kesejahteraan dan pendidikan. Bagi mereka jawabannya terletak pada ajaran Islam itu sendiri. Mereka percaya bahwa memang ada yang salah dari ajaran Islam dan ajaran tersebut lah yang melakukan penindasan semena-mena terhadap berjuta-juta umat manusia di dunia. Sementara di lain sisi tokoh-tokoh Islam di kancah percaturan politik dunia selalu menggunakan kata welfare dan education sebagai alasan paling rasional untuk menjawab pertanyaan mengapa para pemuda di Palestina, Irak, dan Somalia begitu rentan akan hasutan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengangkat senjata dan melakukan aksi kekerasan.

Nama saya adalah Tasa Nugraza Barley dan saya dengan bangga menyatakan bahwa saya adalah seorang muslim. Saya bangga menjadi bagian dari sebuah agama yang hebat ini. Walau hingga saat ini saya belum berani menyatakan bahwa diri saya adalah seorang yang religius tapi saya berani dan yakin mengatakan bahwa tidak ada yang salah dengan agama ini. Yang salah adalah kita sebagai umat yang menganutnya. Kita memang terlalu bodoh dan tidak mampu memanfaatkan kehebatan dari sebuah agama yang telah diturunkan oleh Tuhan ke dunia ini. Saya cukup yakin bahwa sesungguhnya nabi Muhammad memiliki maksud tersendiri untuk tidak menyebutkan siapa pengganti dirinya apabila beliau meninggal dunia. Mungkin alasan beliau melakukan itu adalah karena beliau tidak ingin Islam memiliki pemimpin sehingga membirokrasikan Islam dan menjadikannya sebagai sebuah alat untuk memperoleh kekuasaan. Mungkin Nabi Muhammad hanya ingin Islam menjadi sebuah way of life atau jalan hidup bagi setiap penganutnya dalam menjalankan aktifitas mereka sehari-hari. Mungkin nabi Muhammad tidak ingin Islam dijadikan sebagai sebuah alasan bagi terjadinya perebutan tahta dan pertumpahan darah demi memperoleh pengaruh dalam dunia Islam. Namun, kita umatnya justru saling membenci dan merepresentasikan ajaran Islam sedemikian rupa demi memperoleh keinginan kita masing-masing. Para pemimpin dalam dunia Islam tahu bahwa agama, budaya, politik, dan ekonomi adalah elemen-elemen kehidupan yang saling mempengaruhi satu sama lainnya dan mereka seringkali memutarbalikannya sehingga para pengikut mereka jadi bimbang dan mudah dipengaruhi. Satu contoh bagaimana agama dan elemen-elemen lain dalam kehidupan saling mempengaruhi satu sama lain: Apakah pakaian terusan berwarna putih yang dipakai oleh para pria di daerah timur tengah adalah ajaran Islam? Apakah bahasa arab adalah bahasa Tuhan? Kalau Anda menjawab tidak, lalu mengapa para kyai dan ustads di Indonesia selalu menggunakan pakaian kebesaran bangsa Arab tersebut dalam memberikan ceramah mereka? Apakah dengan melakukan itu mereka dapat lebih dipercaya dan religius? Lalu kalau memang bahasa Arab bukanlah bahasa Islam atau bahasa Tuhan mengapa bahasa Arab dipandang begitu indah dan sakral? Mengapa anak-anak di sekolah dasar selalu diajarkan berdoa dalam bahasa Arab sebelum mereka makan atau tidur? Apakah Tuhan adalah seorang Arab? Keterkaitan agama dengan elemen-elemen lain di dunia seperti inilah yang sering kali digunakan oleh para pemimpin di dunia Islam dalam mempengaruhi umat muslim untuk mengikuti kemauan mereka.

Apabila Aryan Hirsi Ali dan para pendukung anti Islam percaya bahwa ajaran Islam adalah ajaran yang salah maka saya setuju apabila kesejahteraan merupakan alasan paling rasional untuk menjawab pertanyaan mengapa begitu banyak umat muslim yang menjalankan kehidupan mereka dengan penuh kekerasan dan kemunafikan. Kenyataan bahwa begitu banyak negara Islam yang berada di bawah garis kemiskinan merupakan suatu contoh nyata mengapa begitu banyak kalangan yang merepresentasikan ajaran Islam secara salah. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa agama merupakan salah satu unsur dalam kehidupan manusia yang dipengaruhi dan mempengaruhi unsur-unsur lainnya, maka perut yang lapar akan mempengaruhi seseorang dalam memandang agamanya. Begitu pula otak yang bodoh akan dengan mudah dihasut dan diperbudak oleh kepentingan-kepentingan dari golongan tertentu.

Hukum Alam

Kemunduran Islam di seluruh dunia bisa jadi merupakan suatu hukum alam yang memang harus dialami oleh setiap umat muslim. Ketidakberdayaan negara-negara Islam dalam pentas dunia memang terasa begitu memalukan bagi sebuah agama yang memiliki pengikut lebih dari 1,6 milliar orang. Negara-negara Islam di Afrika sudah sejak lama dianggap sebagai kumpulan orang bodoh yang tidak memiliki rasa kemanusiaan dan keadilan. Negara-negara Islam di Afrika sudah begitu lama terpuruk dalam kemiskinan dan perang saudara yang begitu menyedihkan. Negara-negara Islam di Asia juga tidak kalah bodohnya. Pakistan, sebuah negara yang menggunakan hukum Islam, di Asia Selatan jelas bukan sebuah negara Islam yang bisa dibanggakan. Saya kebetulan pernah hidup di Pakistan dari tahun 1997 hingga 2000, dan saya bisa yakinkan Anda bahwa Pakistan bukanlah sebuah negara yang patut dicontoh. Selama tiga tahun hidup di Pakistan yang saya tahu bagaimana Pakistan menjalankan hukum, yang katanya adalah hukum Islam, adalah bagaimana setiap harinya perempuan Pakistan disiksa dan dilecehkan. Perempuan menjadi manusia kelas dua di Pakistan, mereka tidak memperoleh hak yang setara hampir di seluruh aspek kehidupan di Pakistan. Sesuatu hal yang sangat ironis di sebuah negara yang menjadi salah satu dari sedikit negara-negara di dunia yang pernah memiliki seorang presiden perempuan. Pemerintah Pakistan menjalankan sistem pemerintahan yang bisa dibilang otoriterisme. Contohnya bisa dilihat bagaimana Presiden Pakistan saat ini Pervez Musharaf yang memperoleh kekuasaannya melalui proses kudeta tidak kunjung mau lengser padahal ketika baru menjadi presiden Ia berjanji bahwa kekuasaannya bersifat sementara dan akan segera menyelenggarakan pemilu. Saat ini Pakistan secara memalukan menjadi “budak” Amerika Serikat dalam memerangi terorisme di Afghanistan yang sayangnya juga merupakan sebuah negara Muslim. Sementara walau India memiliki jumlah umat muslim melebihi total umat muslim di Pakistan tapi jelas mereka tidak memiliki kekuatan di pemerintahan yang dikuasai oleh umat Hindu yang merupakan golongan mayoritas.

Hanya Malaysia di Asia Tenggara yang boleh bangga akan dirinya. Mereka sedang berkembang dan kehidupan masyarakat di Malaysia semakin lama semakin membaik. Indonesia? Saya kira saya tidak perlu menjelaskan panjang lebar. Umat muslim di Indonesia sudah pasti termasuk umat muslim yang bodoh. Sementara negara-negara Islam di Timur Tengah dan kawasan Persia bisa dibilang sama saja. Mereka bodoh namun mereka begitu beruntung karena Tuhan memberikan kandungan minyak bumi yang berlimpah. Mereka bisa hidup dalam kehidupan yang begitu nyaman dan bisa dibilang sejahtera. Tapi mereka tetap saja bodoh. Hampir semua negara Islam di negara Arab dikuasai oleh pemerintah-pemerintah yang otoriter. Arab Saudi salah satu contohnya, keluarga kerajaan begitu berkuasa dan menjalankan kehidupan mereka secara berfoya-foya. Di saat yang bersamaan hanya Iran di di kawasan Persia yang mampu berdiri tegak dan bangga akan akan jati diri mereka. Iran semakin lama semakin mampu menunjukkan kemajuan pada kondisi politik dan pemerintahan mereka. Sistem politik yang dahulu begitu tertutup dan otoriter perlahan-lahan menjadi lebih terbuka dan demokrasi. Sementara tetangganya Irak seperti yang kita tahu semakin terperosok dan semakin jauh dari kesejahteraan.

Namun sayangnya dibalik kemajuan Iran dalam membangun kondisi politik dalam negeri yang lebih baik, Iran saat ini bisa dibilang secara aktif turut serta dalam proses perpecahan umat muslim di dunia. Iran membantu pemerintahan Irak yang saat ini dikuasai oleh golongan Syiah untuk melawan golongan Suni yang mendapat bantuan dari Arab Saudi. Golongan Syiah yang dahulu ditekan dan tidak mendapatkan hak yang seharusnya mereka dapatkan dibawah pemerintahan Saddam Hussein dikabarkan mendapatkan bantuan dana dan senjata dari pemerintah Iran yang ingin meningkatkan pengaruhnya di Irak. Sebuah perang yang mungkin dapat menyulut kebencian masa lalu antara bangsa Arab dan bangsa Persia. Kondisi ini membuat Amerika berada dalam posisi yang sulit karena janji untuk menciptakan sebuah negara Irak baru yang stabil menjadi sangat jauh dari kenyataan.

Di tahun 2007 ini tampaknya umat muslim belum bisa mengejar ketertinggalannya dalam waktu yang dekat. Negara-negara dunia Barat sudah begitu jauh meninggalkan kita. Penemuan-penemuan hebat di dunia tidak pernah lahir lagi dari pemikiran-pemikiran umat muslim. Mungkin umat muslim harus sabar untuk menunggu hukum alam berpihak kepada kita lagi.

Namun tanpa bermaksud untuk menerima begitu saja segala kekurangan yang umat muslim miliki, saya kira perlu dicermati bahwa dunia dan kehidupan ini selalu membutuhkan keseimbangan. Keseimbangan inilah yang membuat hidup terasa begitu indah. Apabila ada yang naik maka pada saat yang bersamaan akan ada pula yang turun. Tuhan menciptakan warna hitam dan warna putih. Ada orang yang tinggi dan ada juga orang yang pendek. Semuanya saling mengisi kekosongan satu sama lain. Apabila dahulu Cina dikenal sebagai sebuah negara yang kuno dan tertutup maka bukan rahasia bahwa Cina sekarang telah berubah menjadi sebuah kekuatan ekonomi dunia yang membuat negara sebesar dan sehebat Amerika pun ketar-ketir. Roda kehidupan memang harus terus berjalan untuk memastikan bahwa dunia tetap berada dalam keseimbangan.

Begitu juga dengan kondisi Islam saat ini. Fakta sejarah membuktikan dunia Islam pernah berjaya pada tahun 711 hingga 1492 dengan menguasai sebuah kawasan yang begitu luas dari Spanyol hingga Portugal. Dahulu para ahli dan pemikir Islam begitu hebat dan terkenal dalam membentuk sebuah peradaban manusia. Mungkin saja kemunduran Islam pada abad ke-21 ini merupakan suatu hukum alam yang memang harus dialami oleh setiap umatnya. Pertanyaannya sekarang adalah, “Berapa lama kita mau berada di bawah?”

replyplayboyislam wrote on Mar 20
Nabi Muhammad Akan Menangis

Apabila Nabi Muhammad bisa turun dari langit saat ini dan melihat dunia beserta umatnya, Beliau pasti akan meneteskan air mata. Hatinya mungkin terasa begitu pedih dan perih melihat tanah Persia diserang oleh kekuatan Barat yang begitu semena-mena menindas atas nama demokrasi. Hatinya mungkin terasa begitu sakit melihat betapa negara-negara Muslim sangat tertinggal dari negara-negara Barat dan lainnya dalam bidang ekonomi, politik, ataupun teknologi. Tapi bukan karena melihat kondisi tersebut yang paling membuat hatinya begitu terluka amat dalam. Yang membuat hati nabi Muhammad begitu terluka hingga sulit bernapas adalah ketika Beliau melihat bahwa umat Muslim saling membenci dan saling memusuhi satu sama lain. Umatnya begitu bodoh!

Tengoklah cerita dari Irak, sebuah tanah Persia yang dulu merupakan sumber kejayaan Islam dengan segudang ahli-ahlinya di bidang astronomi, sastra, matematika, dan sebagainya. Ada dua daerah bernama Adhamiya dan Khadamiya. Adhamiya ditempati orang-orang aliran Suni dan Khadamiya merupakan tempat tinggal orang-orang aliran Syiah dimana kedua wilayah ini dipisahkan oleh sungai Tigris. Beberapa waktu yang lalu mortar diluncurkan dari wilayah Adhamiya ke wilayah Khadamiya sehingga menimbulkan kekacauan yang besar di kalangan orang-orang Syiah. Tidak lama berselang giliran orang-orang Syiah dari Khadamiyah yang meluncurkan peluru-peluru mortar mereka ke arah penduduk di Adhamiyah. Bunyi letusan peluru dan teriakan panik orang-orang di Adhamiya disambut dengan tawa dan luapan kegembiraan dari masyarakat Syiah di Khadamiyah. Kondisi yang kacau balau dan keamanan yang belum stabil akhirnya membuat jembatan yang menghubungkan kedua wilayah tersebut ditutup oleh pihak yang berwenang. Cerita diatas merupakan gambaran kecil bagaimana umat muslim hidup dan berinteraksi antar sesama aliran di Irak.

Semenjak masuknya pasukan Amerika di tanah Irak, persaingan dan kebencian antara dua aliran terbesar di agama Islam menjadi begitu nyata dan semakin meruncing. Dengan semakin rumitnya kondisi perang di Irak, munculnya intrik di antara dua kubu tersebut membuat Islam sebagai sebuah agama menjadi semakin terekspos dan terpojok. Mengapa umat Islam harus saling bermusuhan?

Mari kita lihat sejarah bagaimana permusuhan ini terjadi. Suni dan Syiah. Saat ini, sekitar 90% umat muslim di dunia adalah penganut aliran Suni termasuk Indonesia di dalamnya. Sepuluh persen sisanya adalah umat muslim aliran Syiah yang terpusat di Iran. Beberapa negara di era modern lain yang memiliki mayoritas umat muslim Syiah adalah Irak, Bahrain dan Azerbaijan. Sementara negara-negara seperti Arab Saudi, Pakistan, dan Lebanon memiliki kaum Syiah sebagai golongan minoritas. Mengapa ada Islam aliran Suni dan Syiah?

Perbedaan Dalam Islam

Untuk menjawabnya kita harus kembali menengok sejarah Islam setelah peninggalan Nabi Muhammad. Perpecahan dalam agama Islam terjadi pada tahun 632 beberapa waktu setelah Nabi Muhammad meninggal dunia. Nabi Muhammad meninggal tanpa sebelumnya menunjuk siapa pemimpin umat Islam sepeninggal Beliau. Beberapa pengikutnya percaya bahwa Khalifah harus diberikan kepada keturunan Nabi Muhammad dimulai dengan saudara sepupunya yang juga anak menantu yaitu Ali bin Abi Talib. Sementara mayoritas pengikut Nabi Muhammad mendukung sahabat Nabi Abu Bakar untuk meneruskan kepemimpinan Nabi. Walau Ali tidak menjadi penerus Nabi Muhammad sebagai Khalifah pertama namun Ia akhirnya menjadi Khalifah keempat sebelum akhirnya Ia dibunuh di wilayah Kufa pada tahun 661 yang sekarang menjadi bagian dari Irak.

Perpecahan di dalam Islam akhirnya benar-benar terjadi setelah terbunuhnya Ali bin Abi Talib. Mayoritas umat muslim mendukung Gubernur Suriah ketika itu Mu’awiyah dan putranya Yazid. Sementara pendukung Ali yang kemudian dikenal dengan sebutan Syiah mendukung putra Ali bernama Hussein. Kedua kubu ini akhirnya bertemu di medan perang di dekat wilayah yang sekarang bernama Karbala di Irak pada tanggal 10 Oktober 680. Di dalam perang tersebut konon katanya Hussein diculik dan kemudian dipenggal. Namun bukannya mematikan aliran Syiah, kematian Hussein justru dijadikan sebagai simbol martir oleh pendukungnya. Sosok Hussein dilihat sebagai seorang pemimpin yang adil dan sederhana yang berani berdiri menentang ketidakadilan. Hingga saat ini hari kematian Hussein diperingati oleh umat Syiah setiap tahunnya dan peringatan itu dikenal dengan nama Ashura. Pada hari peringatan itu umat Islam Syiah akan berjalan beramai-ramai sambil memukul-mukul dada mereka dan menangis histeris. Bagi umat yang fanatik peringatan Ashura dilakukan secara ektstrim dengan melukai badan mereka dengan cambuk atau bahkan pedang.

Dengan jumlah pendukung yang begitu besar tidak heran apabila Islam Suni lebih memiliki peran di percaturan politik dunia. Hanya Iran sebagai negara pusat Islam Syiah yang memiliki kekuatan politik mutlak di negaranya sendiri. Selebihnya Islam Suni selalu mampu memiliki kekuasaan politik lebih baik bahkan di negara-negara dengan mayoritas umat Islam Syiah dengan satu pengecualian yaitu Suriah dimana mayoritas penduduknya adalah muslim Suni namun sejak tahun 1970 pemerintah dikuasai oleh sekte kecil aliran Syiah yang disebut Alawi.

Time edisi 5 Maret 2007 memberikan beberapa perbedaan mencolok antara umat Islam Suni dan umat Islam Syiah di Irak. Perbedaan-perbedaan itu ditandai melalui nama mereka, cara ibadah, mesjid atau tempat ibadah, rumah mereka, aksen bahasa, serta stiker dan atribut yang menempel pada mobil-mobil mereka. Saya hanya akan menjelaskan dua perbedaan yaitu cara ibadah dan mesjid yang mereka gunakan karena dua elemen ini adalah yang paling mencolok untuk menggambarkan perbedaan muslim Suni dan Syiah di seluruh dunia.

1. Cara Ibadah

* Umat Suni melakukan ibadah sholat dengan satu tangan diletakkan diatas tangan yang lainnya di atas perut. Sementara penganut Syiah meletakkan kedua lengan lurus kebawah. Selama sholat umat Suni dan Syiah membungkuk dan sujud dan menyentuhkan kepala mereka ke tanah. Penganut Syiah yang taat menyentuh sebuah lempengan kecil terbuat dari tanah liat yang dibuat di kota suci Najaf.
* Setiap umat Islam diwajibkan untuk melaksanakan sholat lima waktu dimana Suni memiliki lima waktu terpisah untuk melaksanakan ibadah tersebut sementara umat Islam Syiah memiliki pilihan untuk melakukannya tiga kali namun dengan men¬double dua sholat mereka pada waktu sholat pilihan mereka. Jadi misalnya Anda seorang muslim Syiah dan hari ini Anda ingin Sholat tiga waktu saja serta Anda sudah memilih untuk sholat pada waktu ashar, maghrib, dan Isya maka Anda harus sholat dua kali pada dua waktu sholat dari tiga waktu sholat yang Anda akan lakukan.
* Dalam melakukan adzan mesjid-mesjid Suni menyebut nama Allah dan Nabi Muhammad. Sementara mesjid-mesjid Syiah menambahkan nama Ali di dalam adzan mereka. Adzan dari mesjid Syiah dilakukan beberapa menit setelah adzan dari mesjid Suni.
* Muslim Suni dan Syiah tidak pernah memiliki hari raya idul fitri pada hari yang sama.
* Perayaan hari kematian Ali yang disebut Ashura selalu dianggap sebagai perayaan yang tidak pantas oleh kalangan Suni

2. Mesjid

* Mesjid-mesjid Suni hampir selalu memiliki kubah dan terkadang juga memiliki menara yang tinggi. Sementara mesjid-mesjid Syiah atau tempat ibadah yang dinamakan Husseiniyas (gabungan antara fungsi mesjid dan pusat komunitas) tidak harus memiliki kubah. Tempat-tempat ibadah umat Islam Syiah dilengkapi dengan bendera berwarna hitam dan hijau serta ruangan di dalamnya diisi dengan gambar-gambar Ali dan terkadang Hussein. Di saat yang bersamaan mesjid-mesjid umat Islam Suni cenderung memiliki warna yang kalem dan pemajangan gambar-gambar tokoh manusia dianggap sebagai tindakan yang kurang pantas.
* Para pemuka Islam Syiah biasanya memakai baju kebesaran yang lebih bervariasi dalam segi warna dan desain (biasanya menggunakan penutup kepala berwarna putih, hitam, atau hijau) sementara pemuka Islam Suni hanya memakai penutup kepala berwarna putih.

Islam Adalah Agama Yang Anti Damai?

Pertanyaannya sekarang adalah, “Apakah perbedaan-perbedaan itu dapat dijadikan sebagai dasar untuk timbulnya rasa benci dan permusuhan?” “Apakah benar Islam adalah agama yang mencintai damai ataukah Islam merupakan Agama yang menyebarkan kebencian dan amarah yang meledak-ledak?” Apabila Anda seorang muslim yang sudah bertahun-tahun hidup di Indonesia atau bahkan Anda adalah seorang muslim yang telah menghabiskan seluruh hidup Anda di Indonesia maka Anda mungkin sangat tidak setuju dengan argumen yang berpendapat bahwa Islam adalah sebuah agama barbar yang mengajarkan kaumnya untuk membunuh orang kafir. Tapi bagaimana dengan masyarakat dunia Barat yang memiliki kaum Islam sebagai masyarakat minoritas yang gerak-geriknya selalu dicurigai? Apakah masyarakat dunia Barat salah apabila mereka memiliki anggapan negatif terhadap Islam dan pengikutnya? Apakah salah apabila mereka membenci kaum muslim dan agama Islam yang mereka anggap sebagai biang keladi terjadinya peristiwa sebelas September dan aksi teror di berbagai belahan dunia?

Menjadi muslim di Indonesia memang berbeda dibandingkan dengan menjadi muslim di sebuah negara di dunia Barat. Indonesia adalah surga bagi kaum muslim karena di sinilah lebih dari 200 juta umat muslim berdomisili dan berinteraksi antar sesama. Indonesia walau bukan sebuah negara Islam tapi merupakan negara dengan jumlah pengikut Islam terbesar di dunia. Umat muslim adalah golongan mayoritas sehingga Anda dengan mudah dapat meyakinkan banyak orang bahwa Islam adalah agama yang cinta damai, no matter what! Tidak ada satu buku pun yang dijual di Gramedia atau Gunung Agung yang berisikan hal-hal buruk tentang Islam dan pengikutnya. Tidak ada satu penerbit pun yang berani mencetak dan memasarkan buku-buku seperti itu. Tapi jelas tidak seperti itu yang terjadi di negara-negara barat dimana kata Islam memiliki arti lain seperti teror dan aksi brutal.

Di salah satu jaringan toko buku terbesar di Amerika Serikat Barnes & Nobles dengan mudah ditemukan buku-buku tentang bagaimana Islam menindas perempuan di Afrika, bagaimana pejuang jihad menempelkan bom di tubuh mereka dan meledakkan pusat-pusat keramaian milik negara-negara Barat, atau juga bagaimana Islam menyuruh umatnya untuk mencambuk pasangan yang melakukan hubungan intim di luar pernikahan. Semuanya terlihat begitu kuno dan tidak masuk akal bagi mereka. Buku-buku seperti itu laris manis karena para pembaca di Amerika sangat penasaran untuk melihat wajah Islam yang sebenarnya setelah terjadinya peristiwa sebelas September. Bulan Februari yang lalu sebuah buku kontroversial tentang Islam diluncurkan ke publik Amerika yang ditulis oleh seorang aktivis hak asasi manusia yang selama ini terkenal kontroversial, Ayaan Hirsi Ali. Judul buku itu adalah Infidel. Infidel dalam bahasa inggris memiliki arti yaitu seseorang yang menentang Tuhan atau orang yang keluar dari ajaran agama, dalam budaya Islam kita mengenalnya dengan sebutan kafir.

Aryan Hirsi Ali lahir di Mogadishu, Somalia pada tanggal 13 November 1969 dan pada tahun 1992 Ia mendapatkan suaka politik dari Belanda. Ia mengambil sekolah hukum di Universitas Leiden dan menyelesaikan gelar masternya pada tahun 2000. Setelah lulus, Ia memutuskan untuk berkarir di dunia politik di Belanda dan sempat menjadi bagian dari Partai Sosial Demokrasi PvdA dan partai VVD. Karir politiknya di Belanda bisa dibilang cukup sukses namun sayang Ia akhirnya harus pergi meninggalkan Belanda pada tahun 2006 yang lalu setelah ditemukan bukti bahwa Aryan memperoleh suaka politik dari negara Belanda secara tidak sah. Saat ini Aryan hidup dan menetap di Amerika Serikat. Selama bergelut di dunia politik dan hak asasi manusia nama Aryan Hirsi Ali bisa dibilang cukup sensasional. Ia bahkan dinobatkan oleh majalah Time pada tahun 2005 sebagai salah satu dari 100 manusia paling berpengaruh di dunia. Aryan Hirsi Ali sangat terkenal lantaran keberaniannya dalam mengkritisi ajaran Islam, Nabi Muhammad, dan para tokoh Islam dunia. Pada tahun 2004 Ia menulis naskah sebuah film pendek berjudul Submission yang disutradarai oleh Theo Van Gogh. Film tersebut sangat provokatif bagi sebagian besar umat muslim dunia. Seorang perempuan dengan pakaian serba tertutup namun bagian depan tubuhnya hanya ditutupi oleh bahan transparan yang memperlihatkan lekuk tubuhnya berbicara dalam bahasa inggris dan menceritakan bagaimana pengalaman sedihnya menjadi seorang perempuan di dalam keluarga Islam. Tokoh di dalam film itu digambarkan sebagai seorang perempuan yang mengalami ketidakadilan di dalam Islam. Tubuhnya disiksa terus-menerus dan jiwanya disakiti tidak hanya oleh suaminya yang semena-mena namun juga oleh agama, budaya dan lingkungan sekitarnya. Film tersebut menjadi lebih provokatif karena ayat-ayat Al-Quran dituliskan di atas tubuh tokoh perempuan tersebut seolah-olah Islam membenarkan kekerasan yang dilakukan terhadap kaum perempuan di seluruh dunia. Film ini mendapat tentangan yang sangat hebat dari kalangan umat muslim dunia, bahkan sang sutradara akhirnya dibunuh oleh seorang ekstrimis pada tanggal 2 November 2004.

Saya sempat membaca buku Infidel karangan Aryan Hirsi Ali tersebut di dalam salah satu toko buku Barnes and Nobles di wilayah Maryland, Amerika Serikat. Saya sangat tertarik untuk membacanya karena judul dan topiknya yang cukup menggoda namun tidak berniat untuk membelinya karena saya sudah memiliki terlalu banyak buku yang belum sempat dibaca. Akhirnya saya memutuskan untuk ikut duduk di atas karpet di sebelah sebuah rak yang penuh dengan buku-buku tebal seperti yang dilakukan oleh para pengunjung lainnya. Ketika itu saya hanya sempat membaca satu bab yang berjudul Leaving God atau meninggalkan Tuhan. Di dalam bab itu Aryan Hirsi Ali menggambarkan dirinya ketika berada dalam posisi yang limbung dan bingung. Ia mulai mempertanyakan kepercayaannya terhadap Tuhan dan agama yang selama ini Ia peluk. Setelah peristiwa sebelas September Ia merasa semakin tidak yakin akan Islam dan ajarannya, Aryan merasa sangat terganggu mengetahui fakta bahwa para pelaku pembajakan pesawat pada 11 September 2001 adalah penganut Islam dan mereka melakukan aksi teror itu atas nama Tuhan dan Islam. Akhirnya pada satu kesempatan di tahun 2003, Aryan Hirsi Ali menyadari bahwa dirinya bukanlah seorang muslim yang selama ini tertera di kartu identitasnya. “Aku seorang atheis,” ujarnya.

Selang beberapa hari saya kembali mengunjungi toko buku yang sama dengan maksud untuk melanjutkan bacaan saya. Namun setelah menghabiskan lebih dari 15 menit saya tidak kunjung menemukan buku yang saya cari, saya pun mendatangi salah seorang karyawan di toko tersebut dan menanyakan dimana mereka menempatkan buku yang sedang saya cari. Dengan senyum yang ramah seorang perempuan berumur 40-an berujar, “I’m so sorry but the book is sold out. New books are coming soon. But I’m so happy that you asked about the book, as a woman.” Perempuan tersebut dengan jelas mendukung buku yang ditulis Aryan Hirsi Ali dan menganggapnya sebagai salah satu bentuk perjuangan perempuan melawan ketidakadilan. Ketidakadilan yang diciptakan oleh Islam! Pandangan perempuan ini bisa jadi mewakili pandangan berjuta-juta perempuan dan masyarakat dunia Barat terhadap Islam. Anda sebagai muslim di sebuah negara seperti Indonesia mungkin akan marah dan merasa terhina atas perlakuan dunia barat dalam memandang Islam dan ajarannya. Namun mungkin Anda juga dapat memahami bahwa pandangan yang mereka miliki merupakan suatu hal yang lumrah di dalam sebuah dunia dimana persamaan hak antar kaum pria dan perempuan begitu dijunjung tinggi dan kebebasan berbicara merupakan suatu kekayaan nasional yang dilindungi hukum. Ya, memang benar bahwa negara sebesar Amerika Serikat pun belum pernah memiliki seorang presiden perempuan setelah lebih dari 200 tahun masa kemerdekaan, namun di Amerika Serikat Anda tidak akan pernah bisa menemukan seorang pria beristrikan lebih dari dua orang membuat sebuah ajang penghargaan kepada para suami yang mempraktekan poligami!

Apa yang salah dengan Islam?

Bagi kalangan anti Islam seperti Aryan Hirsi Ali, kondisi yang terjadi di Irak saat ini atau kondisi di berbagai negara Islam dimana perempuan adalah manusia kelas dua bukanlah akibat rendahnya tingkat kesejahteraan dan pendidikan. Bagi mereka jawabannya terletak pada ajaran Islam itu sendiri. Mereka percaya bahwa memang ada yang salah dari ajaran Islam dan ajaran tersebut lah yang melakukan penindasan semena-mena terhadap berjuta-juta umat manusia di dunia. Sementara di lain sisi tokoh-tokoh Islam di kancah percaturan politik dunia selalu menggunakan kata welfare dan education sebagai alasan paling rasional untuk menjawab pertanyaan mengapa para pemuda di Palestina, Irak, dan Somalia begitu rentan akan hasutan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengangkat senjata dan melakukan aksi kekerasan.

Nama saya adalah Tasa Nugraza Barley dan saya dengan bangga menyatakan bahwa saya adalah seorang muslim. Saya bangga menjadi bagian dari sebuah agama yang hebat ini. Walau hingga saat ini saya belum berani menyatakan bahwa diri saya adalah seorang yang religius tapi saya berani dan yakin mengatakan bahwa tidak ada yang salah dengan agama ini. Yang salah adalah kita sebagai umat yang menganutnya. Kita memang terlalu bodoh dan tidak mampu memanfaatkan kehebatan dari sebuah agama yang telah diturunkan oleh Tuhan ke dunia ini. Saya cukup yakin bahwa sesungguhnya nabi Muhammad memiliki maksud tersendiri untuk tidak menyebutkan siapa pengganti dirinya apabila beliau meninggal dunia. Mungkin alasan beliau melakukan itu adalah karena beliau tidak ingin Islam memiliki pemimpin sehingga membirokrasikan Islam dan menjadikannya sebagai sebuah alat untuk memperoleh kekuasaan. Mungkin Nabi Muhammad hanya ingin Islam menjadi sebuah way of life atau jalan hidup bagi setiap penganutnya dalam menjalankan aktifitas mereka sehari-hari. Mungkin nabi Muhammad tidak ingin Islam dijadikan sebagai sebuah alasan bagi terjadinya perebutan tahta dan pertumpahan darah demi memperoleh pengaruh dalam dunia Islam. Namun, kita umatnya justru saling membenci dan merepresentasikan ajaran Islam sedemikian rupa demi memperoleh keinginan kita masing-masing. Para pemimpin dalam dunia Islam tahu bahwa agama, budaya, politik, dan ekonomi adalah elemen-elemen kehidupan yang saling mempengaruhi satu sama lainnya dan mereka seringkali memutarbalikannya sehingga para pengikut mereka jadi bimbang dan mudah dipengaruhi. Satu contoh bagaimana agama dan elemen-elemen lain dalam kehidupan saling mempengaruhi satu sama lain: Apakah pakaian terusan berwarna putih yang dipakai oleh para pria di daerah timur tengah adalah ajaran Islam? Apakah bahasa arab adalah bahasa Tuhan? Kalau Anda menjawab tidak, lalu mengapa para kyai dan ustads di Indonesia selalu menggunakan pakaian kebesaran bangsa Arab tersebut dalam memberikan ceramah mereka? Apakah dengan melakukan itu mereka dapat lebih dipercaya dan religius? Lalu kalau memang bahasa Arab bukanlah bahasa Islam atau bahasa Tuhan mengapa bahasa Arab dipandang begitu indah dan sakral? Mengapa anak-anak di sekolah dasar selalu diajarkan berdoa dalam bahasa Arab sebelum mereka makan atau tidur? Apakah Tuhan adalah seorang Arab? Keterkaitan agama dengan elemen-elemen lain di dunia seperti inilah yang sering kali digunakan oleh para pemimpin di dunia Islam dalam mempengaruhi umat muslim untuk mengikuti kemauan mereka.

Apabila Aryan Hirsi Ali dan para pendukung anti Islam percaya bahwa ajaran Islam adalah ajaran yang salah maka saya setuju apabila kesejahteraan merupakan alasan paling rasional untuk menjawab pertanyaan mengapa begitu banyak umat muslim yang menjalankan kehidupan mereka dengan penuh kekerasan dan kemunafikan. Kenyataan bahwa begitu banyak negara Islam yang berada di bawah garis kemiskinan merupakan suatu contoh nyata mengapa begitu banyak kalangan yang merepresentasikan ajaran Islam secara salah. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa agama merupakan salah satu unsur dalam kehidupan manusia yang dipengaruhi dan mempengaruhi unsur-unsur lainnya, maka perut yang lapar akan mempengaruhi seseorang dalam memandang agamanya. Begitu pula otak yang bodoh akan dengan mudah dihasut dan diperbudak oleh kepentingan-kepentingan dari golongan tertentu.

Hukum Alam

Kemunduran Islam di seluruh dunia bisa jadi merupakan suatu hukum alam yang memang harus dialami oleh setiap umat muslim. Ketidakberdayaan negara-negara Islam dalam pentas dunia memang terasa begitu memalukan bagi sebuah agama yang memiliki pengikut lebih dari 1,6 milliar orang. Negara-negara Islam di Afrika sudah sejak lama dianggap sebagai kumpulan orang bodoh yang tidak memiliki rasa kemanusiaan dan keadilan. Negara-negara Islam di Afrika sudah begitu lama terpuruk dalam kemiskinan dan perang saudara yang begitu menyedihkan. Negara-negara Islam di Asia juga tidak kalah bodohnya. Pakistan, sebuah negara yang menggunakan hukum Islam, di Asia Selatan jelas bukan sebuah negara Islam yang bisa dibanggakan. Saya kebetulan pernah hidup di Pakistan dari tahun 1997 hingga 2000, dan saya bisa yakinkan Anda bahwa Pakistan bukanlah sebuah negara yang patut dicontoh. Selama tiga tahun hidup di Pakistan yang saya tahu bagaimana Pakistan menjalankan hukum, yang katanya adalah hukum Islam, adalah bagaimana setiap harinya perempuan Pakistan disiksa dan dilecehkan. Perempuan menjadi manusia kelas dua di Pakistan, mereka tidak memperoleh hak yang setara hampir di seluruh aspek kehidupan di Pakistan. Sesuatu hal yang sangat ironis di sebuah negara yang menjadi salah satu dari sedikit negara-negara di dunia yang pernah memiliki seorang presiden perempuan. Pemerintah Pakistan menjalankan sistem pemerintahan yang bisa dibilang otoriterisme. Contohnya bisa dilihat bagaimana Presiden Pakistan saat ini Pervez Musharaf yang memperoleh kekuasaannya melalui proses kudeta tidak kunjung mau lengser padahal ketika baru menjadi presiden Ia berjanji bahwa kekuasaannya bersifat sementara dan akan segera menyelenggarakan pemilu. Saat ini Pakistan secara memalukan menjadi “budak” Amerika Serikat dalam memerangi terorisme di Afghanistan yang sayangnya juga merupakan sebuah negara Muslim. Sementara walau India memiliki jumlah umat muslim melebihi total umat muslim di Pakistan tapi jelas mereka tidak memiliki kekuatan di pemerintahan yang dikuasai oleh umat Hindu yang merupakan golongan mayoritas.

Hanya Malaysia di Asia Tenggara yang boleh bangga akan dirinya. Mereka sedang berkembang dan kehidupan masyarakat di Malaysia semakin lama semakin membaik. Indonesia? Saya kira saya tidak perlu menjelaskan panjang lebar. Umat muslim di Indonesia sudah pasti termasuk umat muslim yang bodoh. Sementara negara-negara Islam di Timur Tengah dan kawasan Persia bisa dibilang sama saja. Mereka bodoh namun mereka begitu beruntung karena Tuhan memberikan kandungan minyak bumi yang berlimpah. Mereka bisa hidup dalam kehidupan yang begitu nyaman dan bisa dibilang sejahtera. Tapi mereka tetap saja bodoh. Hampir semua negara Islam di negara Arab dikuasai oleh pemerintah-pemerintah yang otoriter. Arab Saudi salah satu contohnya, keluarga kerajaan begitu berkuasa dan menjalankan kehidupan mereka secara berfoya-foya. Di saat yang bersamaan hanya Iran di di kawasan Persia yang mampu berdiri tegak dan bangga akan akan jati diri mereka. Iran semakin lama semakin mampu menunjukkan kemajuan pada kondisi politik dan pemerintahan mereka. Sistem politik yang dahulu begitu tertutup dan otoriter perlahan-lahan menjadi lebih terbuka dan demokrasi. Sementara tetangganya Irak seperti yang kita tahu semakin terperosok dan semakin jauh dari kesejahteraan.

Namun sayangnya dibalik kemajuan Iran dalam membangun kondisi politik dalam negeri yang lebih baik, Iran saat ini bisa dibilang secara aktif turut serta dalam proses perpecahan umat muslim di dunia. Iran membantu pemerintahan Irak yang saat ini dikuasai oleh golongan Syiah untuk melawan golongan Suni yang mendapat bantuan dari Arab Saudi. Golongan Syiah yang dahulu ditekan dan tidak mendapatkan hak yang seharusnya mereka dapatkan dibawah pemerintahan Saddam Hussein dikabarkan mendapatkan bantuan dana dan senjata dari pemerintah Iran yang ingin meningkatkan pengaruhnya di Irak. Sebuah perang yang mungkin dapat menyulut kebencian masa lalu antara bangsa Arab dan bangsa Persia. Kondisi ini membuat Amerika berada dalam posisi yang sulit karena janji untuk menciptakan sebuah negara Irak baru yang stabil menjadi sangat jauh dari kenyataan.

Di tahun 2007 ini tampaknya umat muslim belum bisa mengejar ketertinggalannya dalam waktu yang dekat. Negara-negara dunia Barat sudah begitu jauh meninggalkan kita. Penemuan-penemuan hebat di dunia tidak pernah lahir lagi dari pemikiran-pemikiran umat muslim. Mungkin umat muslim harus sabar untuk menunggu hukum alam berpihak kepada kita lagi.

Namun tanpa bermaksud untuk menerima begitu saja segala kekurangan yang umat muslim miliki, saya kira perlu dicermati bahwa dunia dan kehidupan ini selalu membutuhkan keseimbangan. Keseimbangan inilah yang membuat hidup terasa begitu indah. Apabila ada yang naik maka pada saat yang bersamaan akan ada pula yang turun. Tuhan menciptakan warna hitam dan warna putih. Ada orang yang tinggi dan ada juga orang yang pendek. Semuanya saling mengisi kekosongan satu sama lain. Apabila dahulu Cina dikenal sebagai sebuah negara yang kuno dan tertutup maka bukan rahasia bahwa Cina sekarang telah berubah menjadi sebuah kekuatan ekonomi dunia yang membuat negara sebesar dan sehebat Amerika pun ketar-ketir. Roda kehidupan memang harus terus berjalan untuk memastikan bahwa dunia tetap berada dalam keseimbangan.

Begitu juga dengan kondisi Islam saat ini. Fakta sejarah membuktikan dunia Islam pernah berjaya pada tahun 711 hingga 1492 dengan menguasai sebuah kawasan yang begitu luas dari Spanyol hingga Portugal. Dahulu para ahli dan pemikir Islam begitu hebat dan terkenal dalam membentuk sebuah peradaban manusia. Mungkin saja kemunduran Islam pada abad ke-21 ini merupakan suatu hukum alam yang memang harus dialami oleh setiap umatnya. Pertanyaannya sekarang adalah, “Berapa lama kita mau berada di bawah?”

replyplayboyislam wrote on Mar 20
Nabi Muhammad Akan Menangis

Apabila Nabi Muhammad bisa turun dari langit saat ini dan melihat dunia beserta umatnya, Beliau pasti akan meneteskan air mata. Hatinya mungkin terasa begitu pedih dan perih melihat tanah Persia diserang oleh kekuatan Barat yang begitu semena-mena menindas atas nama demokrasi. Hatinya mungkin terasa begitu sakit melihat betapa negara-negara Muslim sangat tertinggal dari negara-negara Barat dan lainnya dalam bidang ekonomi, politik, ataupun teknologi. Tapi bukan karena melihat kondisi tersebut yang paling membuat hatinya begitu terluka amat dalam. Yang membuat hati nabi Muhammad begitu terluka hingga sulit bernapas adalah ketika Beliau melihat bahwa umat Muslim saling membenci dan saling memusuhi satu sama lain. Umatnya begitu bodoh!

Tengoklah cerita dari Irak, sebuah tanah Persia yang dulu merupakan sumber kejayaan Islam dengan segudang ahli-ahlinya di bidang astronomi, sastra, matematika, dan sebagainya. Ada dua daerah bernama Adhamiya dan Khadamiya. Adhamiya ditempati orang-orang aliran Suni dan Khadamiya merupakan tempat tinggal orang-orang aliran Syiah dimana kedua wilayah ini dipisahkan oleh sungai Tigris. Beberapa waktu yang lalu mortar diluncurkan dari wilayah Adhamiya ke wilayah Khadamiya sehingga menimbulkan kekacauan yang besar di kalangan orang-orang Syiah. Tidak lama berselang giliran orang-orang Syiah dari Khadamiyah yang meluncurkan peluru-peluru mortar mereka ke arah penduduk di Adhamiyah. Bunyi letusan peluru dan teriakan panik orang-orang di Adhamiya disambut dengan tawa dan luapan kegembiraan dari masyarakat Syiah di Khadamiyah. Kondisi yang kacau balau dan keamanan yang belum stabil akhirnya membuat jembatan yang menghubungkan kedua wilayah tersebut ditutup oleh pihak yang berwenang. Cerita diatas merupakan gambaran kecil bagaimana umat muslim hidup dan berinteraksi antar sesama aliran di Irak.

Add a Comment